Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 23 Jan 2026 23:21 WIT

Waket II DPRK Kepulauan Yapen Soroti Renovasi Sekolah yang Belum Rampung


					Waket II DPRK Kepulauan Yapen, Djorge Diamon Logianto meninjau langsung kondisi SMPN 1 Serui. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Waket II DPRK Kepulauan Yapen, Djorge Diamon Logianto meninjau langsung kondisi SMPN 1 Serui. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Wakil Ketua (Waket) II DPRK Kepulauan Yapen, Djorge Diamon Logianto menyoroti persoalan renovasi ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Serui yang belum rampung dikerjakan. 

Dari data yang ada, renovasi empat ruang kelas di SMPN 1 Serui yang dimulai sejak Oktober 2025, tapi hingga kini belum sepenuhnya rampung. Sehingga, hanya satu ruangan kelas bisa digunakan di Januari 2026, tiga lainnya belum dapat digunakan.

Menurut Djorge, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan renovasi ruang kelas di SMPN 1 Serui agar dapat diselesaikan secepatnya. 

Djorge juga meminta agar kunci ruang kelas segera dikembalikan kepada pihak sekolah sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Selain itu, Djorge juga menyoroti kondisi pagar sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan segera demi menjamin keamanan serta kenyamanan lingkungan sekolah.

Djorge berharap seluruh pekerjaan renovasi dapat diselesaikan sesuai dengan kebutuhan sekolah, sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa.

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Serui Rimbawati Iriani menjelaskan, dari empat ruangan yang direnovasi, hanya satu kelas yakni kelas VII F yang saat ini telah digunakan.

“Sedangkan tiga ruangan lainnya belum dapat dimanfaatkan karena pekerjaan renovasi belum selesai dan masih mengalami masalah, khususnya saat hujan turun,” jelasnya.

Rimbawati juga mengatakan, renovasi dilakukan karena kondisi ruang belajar yang sering terganggu saat musim hujan, di mana air masuk ke dalam kelas. 

“Dari empat ruangan itu, tiga ruangan rusak cukup parah akibat genangan air dan kondisi atap yang sudah membutuhkan perbaikan, sementara satu ruangan lainnya terkendala lantai yang belum dikeramik,” paparnya.

Pihak sekolah, kata Rimbawati, sempat menyarankan agar lantai pada tiga ruangan tersebut dinaikkan (ditimbun) guna mengantisipasi masuknya air saat hujan. “Usulan tersebut sempat dicatat oleh konsultan saat survei awal,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Disdikpora Kepulauan Yapen Latih Guru PAUD-TK Kelola Data dan Anggaran

30 April 2026 - 23:51 WIT

Polemik TPB Temui Titik Terang, Pemda Yapen Pastikan Nakes Dibayar Sesuai Perbup

27 April 2026 - 15:16 WIT

TPB Nakes RSUD Serui hanya Rp500 Ribu, Ada Apa?

25 April 2026 - 21:45 WIT

LKPJ 2025 dan Raperda RTRW 2026-2046 Disahkan, Pemkab Yapen akan Perbaiki Kinerja

25 April 2026 - 17:55 WIT

Realisasi PAD Minim, Pansus DPRK Yapen Soroti Kinerja OPD dalam Sidang LKPJ

24 April 2026 - 16:22 WIT

Program Kampung Nelayan Merah Putih Disambut Positif di Kampung Ketuapi

22 April 2026 - 17:51 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN