KABARPAPUA.CO, Serui – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen bersama tokoh agama, masyarakat, dan panitia pembangunan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Tugu Peringatan 100 Tahun Pekabaran Injil di Randawaya II, Warironi, Kamis, 28 Mei 2026.
“Pembangunan tugu ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut satu abad Pekabaran Injil pada tahun 2027 mendatang,” kata Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy yang dibacakan Pelaksana Harian Sekertaris Daerah (Plh Sekda) Kepulauan Yapen, Oktovianus Ayorbaba.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen Rian Hendrik, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Klemens Taran, S.Ag, tokoh gereja, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Oktovianus menyampaikan apresiasi kepada panitia, pihak gereja, dan masyarakat yang telah berinisiatif membangun tugu peringatan sebagai simbol iman dan sejarah masuknya Injil di wilayah Randawaya.
“Kami memberikan penghormatan kepada seluruh panitia, pihak gereja, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang telah berinisiatif membangun tugu ini sebagai simbol iman, sejarah, dan karya keselamatan Tuhan di tanah ini,” ujarnya.
Menurut Oktovianus, peringatan 100 tahun Pekabaran Injil bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah masuknya Injil, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bagaimana firman Tuhan membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.
“Injil telah menghadirkan damai sejahtera, persaudaraan, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga membangun peradaban masyarakat sampai hari ini,” katanya.
Oktovianus berharap pembangunan tugu tersebut dapat menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menjaga iman, memelihara persatuan, serta mengamalkan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemkab Kepulauan Yapen menyambut baik pembangunan tugu peringatan ini sebagai bagian dari pelestarian sejarah rohani masyarakat sekaligus penguatan nilai spiritual dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” terangnya.
Wakil Ketua I Panitia Pembangunan Tugu 100 Tahun Injil di Randawaya II, Nataniel Marasi mengatakan,pembangunan tugu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju peringatan satu abad Pekabaran Injil pada tahun 2027 mendatang.
“Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan tugu sebagai warisan nilai sejarah dan budaya bagi generasi penerus,” ujarnya.
Nataniel menambahkan, proses perencanaan pembangunan dilakukan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga kampung setempat agar pembangunan dapat berjalan secara bersama-sama.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan DPRK Yapen, Rian Hendrik, mengajak masyarakat untuk menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membawa Injil hingga ke Randawaya II.
“Kita harus menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membawa Injil sampai ke Randawaya II,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Rian Hendrik secara pribadi memberikan bantuan dana dan berkomitmen membantu material pembangunan berupa semen guna mendukung pembangunan tugu tersebut. ***(Ainun Faathirjal)


















