KABARPAPUA.CO, Serui– Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan survei lapangan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di 20 kampung.
Kehadiran tim survei ESDM disambut hangat oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, di ruang kerjanya, Jumat 13 Februari 2026. Pertemuan strategis ini menjadi awal dari proses panjang pemenuhan energi bagi warga di lima distrik.
Berdasarkan surat resmi Kementerian ESDM, tim ahli akan berada di Yapen hingga 18 Februari 2026 untuk melakukan Feasibility Study (Studi Kelayakan) dan Detail Engineering Design (DED).
Tujuannya adalah memastikan titik lokasi pembangunan sesuai dengan potensi matahari dan kebutuhan beban listrik di setiap kampung.
“PLTS Komunal ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi harapan baru bagi warga yang selama ini akses listriknya sangat terbatas. Ini adalah solusi nyata bagi wilayah kepulauan kita,” ujar Wakil Bupati Roi Palunga.
Program energi baru terbarukan (EBT) ini menyasar kampung-kampung yang selama ini sulit dijangkau jaringan kabel konvensional. Adapun lima distrik yang masuk dalam agenda survei meliputi Distrik Kepulauan Ambai, Nusawani, Poom, Windesi, Raimbawi.
Wabup Roi Palunga meminta dukungan masyarakat untuk menentukan keberhasilan program ini. Ia meminta para kepala distrik dan kepala kampung untuk mendampingi tim surveyor selama di lapangan.
“Saya minta masyarakat ikut mengawal. Jangan sampai ada kendala lahan atau teknis di tingkat bawah, agar program ini benar-benar bisa segera dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Program ini sejalan dengan komitmen nasional dalam transisi energi menuju energi bersih. Dengan PLTS Komunal, diharapkan ekonomi di kampung-kampung Yapen dapat bergerak lebih cepat berkat ketersediaan listrik yang stabil dan ramah lingkungan. *** (Ainun Faathirjal)


















