KABARPAPUA.CO, Serui – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis di Puskesmas Warari, Distrik Anotaurei, Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 tahun. Kepala DP3AKB Kepulauan Yapen, Rosita Mambay mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari momentum nasional HUT IBI yang diwujudkan melalui pelayanan KB serentak.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT IBI ke-75 dengan meluncurkan pelayanan KB serentak, yang dimulai dari Puskesmas Warari. Ke depan, tidak menutup kemungkinan seluruh fasilitas kesehatan akan turut melaksanakan pelayanan serupa,” ujar Rosita.
Rosita menjelaskan, target pelayanan KB mencakup 82 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan 400 non-MKJP. Hingga saat ini, capaian sementara tercatat sebanyak tujuh akseptor IUD dan tiga akseptor Metode Operasi Wanita (MOW).
Pelayanan KB gratis ini berlangsung mulai 29 April 2026 hingga 22 Mei 2026. Masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut cukup membawa KTP.
Menurut Rosita, program KB memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu serta meningkatkan kualitas keluarga.
“Melalui KB, ibu dapat menjaga kesehatan, merencanakan kehamilan, serta mengatur jarak kelahiran anak guna mencegah risiko stunting,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Warari, Ema Suranta Sitepu, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti program KB.
“Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mengatur jarak kelahiran anak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Kami berharap masyarakat semakin sadar dan mau ber-KB demi kesehatan keluarga,” terangnya.
Ema menambahkan, keberlanjutan penggunaan KB sangat penting untuk menjaga jarak kehamilan yang ideal.
“Masyarakat diharapkan tidak hanya ikut KB, tetapi juga mempertahankan penggunaannya agar jarak kehamilan tetap terkontrol,” ujarnya. ***(Ainun Faathirjal)


















