KABARPAPUA.CO, Serui– Ketersedian bahan pokok (bapok) di Kepulauan Yapen jelang Ramadan hingga Idul Fitri 1417 Hijriah/2026 dipastian tercukupi.
Pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Kepulauan Yapen, ketersediaan bapok di Pasar Aroro Iroro maupun sejumlah toko masih mencukupi.
“Untuk kebutuhan pokok seperti beras, daging, telur, dan bawang, semuanya dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala distribusi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindag Kabupaten Kepulauan Yapen, Alwi Masse, Jumat 13 Februari 2026.

Perindag setempat akan secara rutin melakukan monitoring di pasar dan distributor guna memastikan ketersediaan barang serta menjaga stabilitas harga.
“Kami terus melakukan pengawasan agar stok tetap tersedia dan harga tetap stabil, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi bulan puasa,” katanya.
Selain itu, Disperindag juga mengingatkan para pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak yang dapat merugikan masyarakat. “Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Gerakan Pangan Murah

Untuk memudahkan warga mendapatkan bapak dengan harga terjangkau, Pemkab Yapen menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Alun-Alun Kota Serui, Jumat 13 Februari 2026.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Yapen, Bulog Serui, serta para distributor bahan pokok di kota Serui.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Yapen, Alwi Masse, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, khususnya menjelang Ramadan.
“Gerakan Pangan Murah bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Yapen menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional, pemerintah daerah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga serta inflasi daerah dapat dikendalikan menjelang HBKN. *** (Ainun Faathirjal)


















