KABARPAPUA.CO, Serui – Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri melakukan rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah pesisir dan kepuluan di wilayah Provinsi Papua, termasuk di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.
Dalam agenda kunkernya di Kabupaten Kepulauan Yapen, Matius meninjau langsung kebun kakao milik masyarakat di Kampung Menawi, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Kunker itu menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terhadap program Gerbang Kaya atau Gerakan Kebangkitan Kakao Kepulauan Yapen yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen, guna mendorong kebangkitan perkebunan kakao rakyat dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Dukungan Pengembangan Perkebunan Kakao
Dalam kunker ini, Matius menyerahkan sejumlah bantuan kepada petani kakao berupa dukungan pengembangan perkebunan kakao, pembangunan dua unit nursery atau tempat produksi benih dan bibit kakao, pelatihan pengelolaan nursery bagi lima petani, serta sekolah lapang pengendalian hama terpadu yang diikuti 25 petani.
Menurut Matius, masyarakat yang memiliki lahan produktif perlu didorong mengembangkan tanaman kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. “Setelah dari Kampung Menawi ini, saya minta ada data riil supaya pengembangan kakao di Yapen bisa tumbuh baik,” katanya.
Matius juga menegaskan, pemerintah akan berupaya menghadirkan investor atau mitra usaha yang dapat membangun pabrik pengolahan kakao di Kepulauan Yapen guna meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat.
“Nanti kita cari pihak yang bisa membangun pabrik di sini. Pengelolaannya kita serahkan kepada kabupaten sehingga daerah mendapat manfaat, termasuk potensi pajak dan peluang pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.
Kunker ini bagian rangkaian agenda kerja Gubernur Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen. Sebelumnya, Matius melaksanakan panen perdana padi di Kampung Wabuayar, Distrik Teluk Ampimoi, serta meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Menawi.
Di Kampung Menawi, Matius didampingi Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, Wakil Bupati Roi Palunga, serta jajaran Pemkab Kepulauan Yapen. Turut hadir pula Anggota Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar.

Tinjau Budidaya Rumput Laut Sarwandori
Guna mendorong pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai sektor ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, Matius bersama rombongan juga melakukan kunker ke Kampung Sarwandori, Distrik Kosiwo, Kepulauan Yapen pada Rabu, 20 Mei 2026.
Matius bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua, Iman Djuniawal, meninjau langsung aktivitas budidaya rumput laut serta menyiapkan dukungan pasar, bibit unggul, hingga pengolahan hasil produksi.
Kepala DKP Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengapresiasi keuletan kelompok petani rumput laut di Kampung Sarwandori yang hingga kini tetap konsisten mengembangkan budidaya rumput laut.
Menurut Iman, Sarwandori menjadi salah satu wilayah potensial pengembangan rumput laut di Papua selain Kabupaten Biak Numfor dan Supiori. Budidaya rumput laut dinilai memiliki prospek baik tingkatkan perekonomian masyarakat pesisir apabila dikelola serius dan berkelanjutan.
Sedangkan Gubernur Papua Matius menegaskan komitmen Pemprov Papua untuk mendukung pengembangan budidaya rumput laut di Kepulauan Yapen melalui berbagai intervensi dan bantuan.
Matius menjelaskan, Pemprov Papua akan membantu membangun mata rantai produksi dan pemasaran agar hasil budidaya masyarakat dapat terserap dengan baik. “Kami juga berencana hadirkan fasilitas pengolahan, guna tingkatkan nilai jual produk rumput laut,” katanya.

Pemprov Papua Siapkan Perbaikan Jalan hingga Bandara
Matius dan rombongan Pemprov Papua meninjau sejumlah infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Yapen, Rabu, 20 Mei 2026, mulai dari ruas jalan Serui- Ansus, jembatan putus di Sasawa hingga Bandara Stevanus Rumbewas Kamanap.
Pada kunker itu, Matius menegaskan komitmen Pemprov Papua untuk memperbaiki akses transportasi,guna mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Dimana peninjauan meliputi ruas jalan Serui-Ansus, jembatan putus di Sasawa, hingga Bandara Stevanus Rumbewas Kamanap. Dalam kunker itu, Matius menyoroti pentingnya akses transportasi bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Menurut Matius, kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi kerap menghambat mobilitas masyarakat menuju Serui. “Pada Oktober sampai Februari, ombak bisa empat sampai lima meter, sehingga aktivitas masyarakat sering terganggu,” terangnya.
Untuk itu, kata Matius, Pemprov Papua berkomitmen melakukan perbaikan jalan dan jembatan guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Sejumlah jembatan kayu di ruas jalan Serui-Ansus dinilai sudah perlu diperbaiki agar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat tak terhambat.
Selain tinjau jalan dan jembatan, Matius juga melihat langsung kondisi Bandara Stevanus Rumbewas Kamanap. Ia menyebut bandara itu memiliki panjang landasan sekitar 1,6 kilometer, namun sebagian mengalami kerusakan akibat gempa.
“Pemprov Papua akan membantu penambahan landasan sekitar 250 meter supaya pesawat ATR 72 bisa mendarat di sini. Peningkatan kapasitas bandara penting untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga,” katanya.

Pemprov Papua Anggarkan Rp5 Miliar
Pemprov Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan anggaran hampir Rp5 miliar untuk menangani longsor di ruas jalan Menawi-Sumberbaba, Kabupaten Kepulauan Yapen.
“Penanganan itu telah diprogramkan dalam APBD induk 2026 dan saat ini memasuki tahap pelelangan pekerjaan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Papua, Natir Renyaan di Serui, Kepulauan Yapen, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut Natir, pekerjaan fisik akan segera dilaksanakan, khususnya pada titik longsor yang sebelumnya ditinjau bersama Gubernur Papua Matius D. Fahkiri. “Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan bronjong, penimbunan, serta pelebaran badan jalan guna mencegah kerusakan lebih parah,” katanya.
Natir juga mengatakan, penanganan tahun ini anggarannya kurang lebih hampir Rp5 miliar dengan item pekerjaan berupa pemasangan bronjong, timbunan, sekaligus pelebaran jalan.
Selain penanganan longsor, Dinas PUPR Papua juga mengusulkan pekerjaan tambahan melalui APBD perubahan, terutama pada sejumlah titik jalan yang belum memiliki sistem drainase memadai.
Natir juga menyoroti kondisi ruas jalan Serui-Ansus dan Serui-Kamaran-Ansus yang dinilai rawan terputus apabila tidak segera mendapat penanganan. Sementara itu, untuk pembangunan akses dan jembatan di sejumlah wilayah, termasuk Mamberamo Raya, pihaknya masih memprioritaskan tahap perencanaan sebelum pekerjaan fisik dilakukan.

Serahkan Bantuan Hewan Kurban
Dalam kunkernya di Kepulauan Yapen, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri juga serahkan bantuan hewan kurban kepada Masjid Muhajirin. Bantuan tersebut diberikan menjelang Hari Raya Iduladha sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat muslim di daerah Serui.
“Kunker ini sekaligus menyambut Iduladha yang tinggal sekitar satu minggu lagi. Kami ingin membantu saudara-saudara melalui pembagian daging hewan kurban,” ujarnya.
Matius mengaku bersyukur dapat bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan masyarakat muslim di Kepulauan Yapen. “Saya datang menyerahkan bantuan ini secara simbolis dan sekaligus mengunjungi saudara-saudara saya yang sama seperti saya, seorang mualaf,” katanya.
Menurut Matius, pemerintah akan terus hadir untuk berbagi kasih kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan agama maupun golongan. “Saya berbagi kasih, baik ke umat muslim maupun agama lainnya. Mohon doa, setelah ini saya masih lanjutkan kunjungan ke Biak dan Jayapura,” katanya. ***(Ainun Faathirjal)


















