Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 2 May 2026 16:26 WIT

Harga Pangan di Serui Merangkak Naik


					Ilustrasi bahan pokok. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi bahan pokok. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Serui– Bahan pangan pokok di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen naik sejak awal 2026. Hal ini dipengaruhi sejumlah hal, mulai dari kenaikan biaya produksi dan bahan baku hingga dinamika ekonomi global.

Berdasarkan bahan pokok yang mengalami kenaikan harga signifikan di antaranya beras, minyak goreng, daging ayam ras, telur, serta sayuran dan bumbu dapur seperti cabai dan bawang.Produk olahan pangan seperti tahu dan tempe juga ikut terdampak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, Jefry Max Boy Manderi menjelaskan, kenaikan harga tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat akumulasi berbagai faktor. Misalnya, saat kunjungan ke rumah produksi tahu, harga bahan baku meningkat dan berdampak langsung pada harga jual.

“Walau begitu, ketersediaan bahan pangan di wilayah Serui masih aman meski terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas pokok sejak awal tahun 2026,” kata Jefry, Jumat 1 Mei 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepulauan Yapen, Jefry Max Boy Manderi. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

Kenaikan harga bahan pangan pokok di wilayah Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya biaya produksi hingga dinamika ekonomi global.

“Kenaikan harga minyak dunia turut mempengaruhi biaya transportasi dan logistik, termasuk harga bahan kemasan. Faktor cuaca dan distribusi juga menjadi kendala dalam kelancaran pasokan dari daerah produksi ke pasar. Inflasi secara umum juga ikut memengaruhi biaya operasional di seluruh rantai pasok pangan,” tambahnya.

Dalam upaya menstabilkan harga, Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya melakukan pemantauan harga secara rutin melalui Panel Harga Pangan/Neraca Pangan serta Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog dan distributor guna memastikan kelancaran pasokan. Pengawasan harga juga dilakukan bersama Satgas Pangan Polri untuk mencegah praktik perdagangan yang tidak wajar dan memastikan harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Optimalisasi penyaluran beras SPHP juga terus kami lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.

Sebagai bentuk intervensi langsung kepada masyarakat, pemerintah daerah juga akan menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasar.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan bertahap di beberapa titik, termasuk di sekitar Pasar Aroro Iroro, untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

Terkait kondisi harga ke depan, Jefry menyebutkan kenaikan harga saat ini cenderung bersifat sementara dan dipengaruhi faktor musiman serta kondisi global.

“Kami memproyeksikan harga akan kembali stabil seiring meningkatnya pasokan hasil panen, normalisasi biaya logistik, serta efektivitas program intervensi pemerintah,” jelasnya.

Dalam jangka panjang, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan produksi pangan lokal guna mengurangi ketergantungan dari luar daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sentra produksi, pemberdayaan petani dan nelayan, serta dukungan terhadap usaha mikro pangan lokal.

“Kami juga mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal agar ketersediaan pangan dapat dipenuhi secara mandiri,” tambahnya. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Disdikpora Kepulauan Yapen Latih Guru PAUD-TK Kelola Data dan Anggaran

30 April 2026 - 23:51 WIT

Peringati HUT IBI ke-75, Pelayanan KB Gratis Digelar di Kepulauan Yapen

30 April 2026 - 12:06 WIT

Polemik TPB Temui Titik Terang, Pemda Yapen Pastikan Nakes Dibayar Sesuai Perbup

27 April 2026 - 15:16 WIT

TPB Nakes RSUD Serui hanya Rp500 Ribu, Ada Apa?

25 April 2026 - 21:45 WIT

LKPJ 2025 dan Raperda RTRW 2026-2046 Disahkan, Pemkab Yapen akan Perbaiki Kinerja

25 April 2026 - 17:55 WIT

Realisasi PAD Minim, Pansus DPRK Yapen Soroti Kinerja OPD dalam Sidang LKPJ

24 April 2026 - 16:22 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN