KABARPAPUA.CO, Serui – Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar pelatihan bagi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK), Kamis, 30 April 2026.
Pelatihan ini, guna meningkatkan kapasitas pengelolaan data pendidikan dan anggaran sekolah melalui aplikasi data pokok pendidikan (Dapodik) dan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).
Kegiatan pelatihan berlangsung di Aula Gedung Gereja Filadelfia Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua yang diikuti sekitar 100 peserta dari satuan PAUD dan TK yang tersebar di 17 distrik di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan PNF, Yuliana Carolona Sayori menjelaskan,pelatihan dilaksanakan sejak 27 hingga 30 April 2026 dengan materi yang berbeda setiap harinya.
“Pada tanggal 27 hingga 28 April difokuskan pada pelatihan bagi guru PAUD yang belum memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), yang sebagian besar berasal dari wilayah kampung. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan ARKAS pada 29 April dan Dapodik pada 30 April,” ujarnya.
Yuliana juga menerangkan, aplikasi ARKAS merupakan sistem pengelolaan keuangan sekolah yang wajib dikuasai oleh satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional. Pengisian ARKAS harus selaras dengan data Dapodik agar proses penyaluran dana tahap berikutnya dapat berjalan lancar.
“Pengisian ARKAS sangat penting karena berkaitan langsung dengan pencairan dana berikutnya. Data harus sinkron dengan Dapodik agar tidak terjadi kendala dalam penyaluran anggaran,” jelasnya.
Sementara itu, penggunaan Dapodik ditujukan untuk pendataan guru dan peserta didik, termasuk dalam pengusulan tunjangan guru, program revitalisasi sekolah, hingga pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
“Bagi satuan pendidikan yang sudah memiliki NPSN, Dapodik menjadi dasar dalam berbagai program nasional, termasuk penambahan ruang kelas, pembangunan unit sekolah baru, dan revitalisasi fasilitas,” tambahnya.
Yuliana berharap, seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di satuan pendidikan masing-masing. Ia juga membuka ruang konsultasi bagi para guru yang mengalami kendala teknis di lapangan.
“Jika ada kesulitan, kami persilakan untuk berkonsultasi langsung ke dinas melalui bidang teknis terkait,” kata Yuliana.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen, Chisson Haris Merani (C.H. Marani), menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Chisson, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kepulauan Yapen.
“Kegiatan ini berjalan dengan baik. Salah satu fokusnya adalah penyusunan ARKAS agar pengelolaan anggaran di satuan PAUD semakin tertib dan sesuai regulasi,” terangnya.
Chisson menambahkan, saat ini masih terdapat sejumlah PAUD yang belum terakreditasi. Dari total yang ada, sekitar 120 PAUD telah terakreditasi, sementara kurang lebih 40 lainnya masih dalam proses.
“Kami berharap setiap kampung dapat memiliki PAUD sesuai regulasi. Karena itu, pengelolaan dan pelayanan harus terus ditingkatkan agar berjalan efektif,” jelas Chisson.
Chisson juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab para pengelola PAUD dalam menjalankan tugas, mengingat program tersebut didukung oleh anggaran pemerintah.
“Kami berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, sehingga pengelolaan PAUD di daerah ini dapat berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. ***(Ainun Faathirjal)


















