Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 29 Oct 2025 21:14 WIT

BKKBN Papua Dorong Penggunaan KB MKJP di Wilayah Khusus Kepulauan Yapen


					Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar bersama tenaga kesehatan dan tim Puskesmas Serui Kota saat tinjau layanan KB MKJP. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Kepala Perwakilan BKKBN Papua Sarles Brabar bersama tenaga kesehatan dan tim Puskesmas Serui Kota saat tinjau layanan KB MKJP. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua aktif melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah khusus Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kegiatan itu berlangsung di Puskesmas Serui Kota, Rabu, 29 Oktober 2025, sebagai bagian dari rangkaian Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) yang digelar di daerah.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar yang turut meninjau langsung pelayanan KB MKJP jenis implan satu batang di Puskesmas Serui Kota menjelaskan, program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, bukan semata-mata mencegah kehamilan.

“Melainkan juga untuk membantu pasangan usia subur (PUS) dalam merencanakan kehamilan secara sehat dan terkontrol, demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera,” katanya.

Menurut Sarles, pelayanan KB MKJP bertujuan membantu pasangan usia subur merencanakan kehamilan dengan baik, menjaga kesehatan ibu, dan memastikan kesejahteraan keluarga. 

Sarles menambahkan, pada masa orde baru, program keluarga berencana dikenal dengan slogan ‘Dua Anak Cukup’. Kini, pendekatan BKKBN telah berkembang menjadi pembangunan keluarga yang menekankan pentingnya kesehatan ibu sejak masa kehamilan, persalinan, hingga membesarkan anak.

“Selama masa memiliki anak, para ibu dianjurkan mengikuti program KB pasca persalinan untuk menjaga jarak kehamilan ideal, minimal tiga tahun. KB bukan hanya soal alat kontrasepsi, tetapi juga tentang perencanaan keluarga agar anak tumbuh sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Sarles turut mendorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan kontrasepsi jangka panjang (MKJP), seperti implan atau IUD, karena dinilai lebih efektif dan praktis dibandingkan metode non-MKJP yang memerlukan kedisiplinan tinggi dalam penggunaannya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Rosyita Mambay dan Kepala Puskesmas Serui Kota dr. Agnes Lakoy bersama jajaran tenaga kesehatan. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 267 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Stok Beras SPHP Aman, Penyaluran Bantuan CPP di Kepulauan Yapen Dipercepat

15 April 2026 - 21:12 WIT

ASN Penyuluh Pertanian Kepulauan Yapen Resmi Beralih ke Kementan RI

9 April 2026 - 23:10 WIT

Audit Terinci BPK Dimulai, Bupati Yapen Minta OPD Kooperatif

8 April 2026 - 23:32 WIT

Wabup Kepulauan Yapen Lepas Kontingen Pelwap GPdI Papua ke Manado

6 April 2026 - 12:35 WIT

Lepas Karnaval Parade Paskah, Wabup Kepulauan Yapen Ajak Perkuat Persatuan

4 April 2026 - 22:27 WIT

Wabup Kepulauan Yapen: LKPJ Memuat Gambaran Umum Kinerja Pemda

30 March 2026 - 21:21 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN