Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 19 Sep 2024 21:07 WIT

Audit Kasus Stunting, Angka Prevalensi di Yapen Sentuh 9,1 Persen


					Suasana Deseminasi penanganan stunting di Kepulauan Yapen, Papua. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Suasana Deseminasi penanganan stunting di Kepulauan Yapen, Papua. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui -Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting Siklus I Tahun 2024, Kamis 19 September 2024.

Desiminasi stunting berlangsung di Gedung Silas Papare Serui dengan memuat 4 indikator. Selain pembentukan Tim Audit Kasus Stunting, pelaksanaan Audit, diseminasi audit, serta tindak lanjut audit dan manajemen pendampingan keluarga.

Kegiatan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Dimana audit kasus stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas nasional yang menyasar pada calon pengantin (catin) atau PUS, ibu hamil, ibu nifas, dan balita.

Pada Laporan Ketua Tim Audit Stunting oleh Rosita Mambay, mencatat jumlah dan persebaran audit kasus stunting berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGM).

Dari data Dinas Kesehatan pada Agustus 2024 angka prevalensi Stunting di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah sebesar 9,1 persen. Sementara jumlah balita stunting sebesar 566 dari 6.224 Balita yang mendapatkan telah pengukuran.

Foto bersama usai pembukaan deseminasi penanganan stunting di Kepulauan Yapen, Papua. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

“Lokus audit stunting pertama ini menyasar di Distrik Anotaurei, Kampung Yapan sebesar 8,1 persen. Imanadoa 7,6 persen dan Warari 1,9 persen. Audit ini bukan Audit Akuntabilitas, namun untuk mencegah kasus kematian ibu dan bayi yang dapat ditelusuri lewat rantai penyebabnya, “ jelasnya.

Rosita berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik melalui analisis intervensi spesifik dan sensitif agar kasus stunting di Kepulauan Yapen dapat mendapatkan solusinya.

Sementara itu, Pj Bupati Suzana Wanggai dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Oktavianus Ayorbaba turut menyambut baik diseminasi pertama kasus stunting. Ia mengapresiasi keterlibatan pihak-pihak berkompeten dalam upaya penurunan stunting di Yapen.

“Peran aparat Kampung sangat diperlukan untuk membantu memberikan data yang akurat.  Kemudian juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengetahui pentingnya hidup pola hidup bersih dan sehat,” ucapnya.

Ia berpesan  para peserta dapat menyimak dan memahami penjelasan mengenai penanganan stunting dengan baik. Hal ini agar dapat berjalan dengan maksimal serta dapat menurunkan angka stunting di Kepulauan Yapen. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Disdikpora Kepulauan Yapen Latih Guru PAUD-TK Kelola Data dan Anggaran

30 April 2026 - 23:51 WIT

Polemik TPB Temui Titik Terang, Pemda Yapen Pastikan Nakes Dibayar Sesuai Perbup

27 April 2026 - 15:16 WIT

TPB Nakes RSUD Serui hanya Rp500 Ribu, Ada Apa?

25 April 2026 - 21:45 WIT

LKPJ 2025 dan Raperda RTRW 2026-2046 Disahkan, Pemkab Yapen akan Perbaiki Kinerja

25 April 2026 - 17:55 WIT

Realisasi PAD Minim, Pansus DPRK Yapen Soroti Kinerja OPD dalam Sidang LKPJ

24 April 2026 - 16:22 WIT

Program Kampung Nelayan Merah Putih Disambut Positif di Kampung Ketuapi

22 April 2026 - 17:51 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN