Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 18 Jun 2024 15:58 WIT

Ribka Haluk Minta Setop Kekerasan di Paniai: Tidak Boleh Lagi Pertumpahan Darah


					Penjabat Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk. (Dok Humas Pemprov Papua Tengah) Perbesar

Penjabat Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk. (Dok Humas Pemprov Papua Tengah)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM meminta agar kekerasan yang terjadi di Kabupaten Paniai untuk dihentikan.

“Saya minta setop kekerasan di Paniai. Tidak boleh terjadi lagi pertumpahan darah, apalagi mengakibatkan masyarakat sipil kehilangan nyawa,” pinta Ribka Haluk.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan membahas kondisi ketidakstabilan keamanan di Kabupaten Paniai bersama Forkopimda. Hal ini, karena ia tidak ingin Paniai yang merupakan daerah injil dan kabupaten tertua di Papua Tengah terjadi konflik berkepanjangan.

“Mari kita bersama-sama menyampaikan stop kekerasan. Apalagi yang menjadi korban merupakan masyarakat sipil yang tidak bersalah. Mari kita bersatu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Paniai,” tegasnya.

Ribka Haluk bilang, telah memerintahkan Penjabat Bupati Paniai untuk bekerja ekstra menyelesaikan permasalahan keamanan di daerahnya. Ia berharap kepala daerah setempat segera merangkul semua pihak untuk kembali memulihkan situasi keamanan di Paniai agar kembali kondusif.

“Saya telah memerintahkan Pj Bupati Paniai agar pemerintah bersama Forkopimda dan para tokoh-tokoh, adat, agama, pemuda dan perempuan serta para kepala suku untuk bersatu.  Selesaikan situasi keamanan di sana, agar kembali kondusif,” katanya.

Menurut dia, imbas konflik berkepanjangan akan berdampak langsung kepada masyarakat, sehingga tidak boleh dibiarkan. Selain itu jalannya pemerintahan dan pelayanan publik akan terganggu.

“Tidak boleh lagi ada penembakan kepada masyarakat sipil. Keamanan harus kembali dipulihkan, tidak boleh kita membuat trauma masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga daerah agar aman dan kondusif, sehingga pembangunan dan perekonomian bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.  *** (Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 224 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Resmi Buka Rakorwasda 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran

27 October 2026 - 14:24 WIT

DPRP Papua Tengah Berkomitmen Dorong Kamandirian Ekonomi bagi OAP

15 October 2026 - 17:58 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM OAP yang Kompeten dan Mandiri

15 October 2026 - 07:28 WIT

Buka Konferensi GKII Wilayah II Papua Tengah, Wagub Deinas Geley: Jaga Persatuan Umat

13 October 2026 - 22:05 WIT

TPP Bangkit Papua Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Bank Papua

10 October 2026 - 14:35 WIT

Edukasi Pelajar, IMI Nabire Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sekolah

10 October 2026 - 14:10 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH