KABARPAPUA.CO, Nabire – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP) melalui program pelatihan berbasis kompetensi tahun 2026.
Kepala Disnakertrans ESDM Papua Tengah Frets James Borai mengatakan, kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membekali masyarakat dengan keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta potensi unggulan daerah.
“Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pelatihan pada sejumlah bidang keterampilan, yakni barista, servis handphone (HP), menjahit, servis motor tempel, dan komputer. Pelatihan ini diikuti 53 OAP, yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan,” jelasnya saat dihubungi lewat telapon selulernya, Rabu, 14 Oktober 2026.
Menurut Frets, beragam bidang pelatihan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan keterampilan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi di Papua Tengah.
Frets menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan, kemampuan, dan daya saing.
“Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia usaha,” terangnya.
Frets juga mengatakan, program ini juga diharapkan menjadi kesempatan bagi OAP untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan taraf hidup keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Pemprov Papua Tengah berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius. Sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik,” terangnya.
Dengan adanya pelatihan berbasis kompetensi ini, kata Frets, pemerintah terus mendorong terwujudnya tenaga kerja lokal yang terampil, mandiri, dan mampu mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi yang ada di 8 kabupaten se-Papua Tengah. ***(Agies Pranoto)








