KABARPAPUA.CO, Serui– Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Teluk Ampimoi 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 digelar dengan melibatkan 11 kampung, yakni Kampung Ampimoi, Arareni, Ayari, Bareraipi, Karoaipi, Randawaya, Siromi, Tarei, Wabuayar, Waita, dan Warironi.
Musrenbang dilaksanakan di Kantor Distrik Teluk Ampimoi, Kamis 12 Februari 2026, mengusung tema “Peningkatan Kualitas SDM yang Berdaya Saing dengan Ekonomi Daerah yang Inklusif serta Tata Kelola yang Profesional dan Infrastruktur yang Berkelanjutan.”
Forum ini menjadi wadah penjaringan usulan prioritas kampung dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi inklusif, tata kelola profesional, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Kepala Distrik Teluk Ampimoi, Korinus Sineri menjelaskan, penyusunan RKPD dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten, provinsi hingga nasional. Dalam forum tersebut, peserta dibagi dalam tiga kelompok diskusi, yakni bidang infrastruktur, ekonomi, dan sosial budaya.
Sambutan Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy yang dibacakan, Kepala Distrik Teluk Ampimoi, Korinus Sineri menjelaskan Musrenbang distrik merupakan tahapan awal penyusunan dokumen RKPD Tahun 2027 sekaligus wujud perencanaan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Beberapa program unggulan yang menjadi prioritas antara lain:
1. Yapen Sehat, peningkatan layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas.
2. Yapen Cerdas, perluasan akses pendidikan bermutu hingga ke wilayah terpencil.
3. Yapen Berdaya, percepatan penurunan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan dan perlindungan sosial adaptif.
4. Yapen Berintegritas, penguatan budaya birokrasi berakhlak dan peningkatan layanan publik.
Pemkab Yapen meminta peserta Musrenbang mengusulkan lima prioritas utama yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi sosial dengan mempertimbangkan potensi unggulan masing-masing wilayah.

Potensi Lokal
Sementara itu, Tim Asistensi Bapperinda Kabupaten Kepulauan Yapen, Paulus R. Dawir, ST (Kepala Sub. Bidang Infrastruktur – Bapperida Yapen), menyampaikan Distrik Teluk Ampimoi memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan, pariwisata, serta perkebunan seperti sagu, kopi, kakao, dan pala.
Ia menyebut sejumlah usulan sebelumnya telah terealisasi, seperti pembangunan SMA Negeri Randawaya yang sedang dalam proses serta program revitalisasi pendidikan tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan.
Untuk sektor infrastruktur, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Saat ini, prioritas diarahkan pada perbaikan jembatan, pengembangan air bersih di wilayah Tatui dan Tindaret, serta pembangunan pengaman sungai di Distrik Teluk Ampimoi guna mencegah dampak banjir saat musim hujan.
“Semua usulan telah diterima dan akan disusun berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas,” kata Paul.
Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai menyampaikan musrenbang menjadi momentum evaluasi antara pemerintah daerah dan DPRK agar tidak terjadi tumpang tindih program serta memastikan usulan yang belum terakomodasi dapat menjadi prioritas pada tahun mendatang.
Diharapkan, hasil Musrenbang Distrik Teluk Ampimoi Tahun 2026 dapat melahirkan program prioritas yang terealisasi pada Tahun 2027 demi peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRK Kepulauan Yapen Rian Hendrik, Trisson Ayomi dan Jasten Simanjuntak, para kepala kampung se-Distrik Teluk Ampimoi, serta unsur kepolisian setempat. *** (Ainun Faathirjal)


















