Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 11 Nov 2025 09:14 WIT

Henry Koirewoa, Anggota Tentara Cenderawasih Cadangan yang Pernah Jadi Radio Telegrafis


					Henry Koirewoa saat diwawancarai KabarPapua.co pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Henry Koirewoa saat diwawancarai KabarPapua.co pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 menjadi momentum penuh makna bagi Henry Koirewoa. Pria berusia 88 tahun asal Serui ini adalah salah satu anggota Tentara Cenderawasih Cadangan yang dibentuk di Biak pada tahun 1957.

Henry turut berjuang pada masa awal pembebasan Papua hingga Operasi Trikora. Henry mengenang masa mudanya ketika ia masih menjadi siswa jurusan teknik di Maskapai Minyak Belanda di Sorong. Namun, perjalanan hidupnya berubah ketika situasi politik mulai memanas di tanah Papua.

“Waktu itu, saya sekolah teknik di Maskapai Minyak di Sorong. Tapi karena situasi tidak aman dan TNI mulai masuk ke Sorong, maskapai menutup sementara kegiatan. Kami semua dikirim pulang ke kampung masing-masing,” kenangnya.

Meski demikian, semangat kebersamaan yang terjalin selama di Sorong membuat Henry dan rekan-rekannya tetap berjuang bersama. Di antara mereka, muncul gagasan untuk membentuk organisasi bernama Tentara Cenderawasih Cadangan yang dipimpin David Woisiri, Frans Sikowai, dan sejumlah pejuang muda lainnya.

Henry menuturkan, kelompok mereka sempat menjadi incaran pasukan Belanda. “Pernah datang kapal perang Belanda untuk menangkap teman-teman kami. Beberapa ditangkap dan dibuang ke Tanah Merah, Boven Digoel. Mereka dihukum dengan kerja paksa memperluas penjara,” ujarnya.

Henry Koirewoa usai menerima bantuan yang diserahkan oleh Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

Henry sendiri sempat menumpang kapal induk Karel Doorman dari Belanda yang singgah di perairan Papua. Ia kemudian memutuskan kembali ke Serui setelah kakaknya memintanya pulang.

“Saya waktu itu dicari-cari, karena saya pernah menjadi radio telegrafis dan dianggap tahu banyak rahasia Belanda. Itu sebabnya saya melarikan diri ke Serui,” katanya.

Selain dikenal sebagai pejuang, Henry juga dikenal fasih berbahasa Indonesia dan Belanda. Ia mengaku perjuangannya berlangsung sejak 1956 hingga masa Operasi Trikora.

Kini di usia senjanya, Henry berpesan kepada generasi muda agar menjaga persatuan dan menaati aturan pemerintah.

“Anak-anak sekarang harus dengar-dengaran pada pemerintah. Jangan bermusuhan, mari pupuk persaudaraan supaya pembangunan bisa berjalan baik. Kalau hidup dengan kebencian, kita tidak akan maju. Tapi kalau bersatu dan berharap kepada Tuhan, semua akan baik,” pesannya.

Henry menutup kisahnya dengan ajakan damai. “Kita harus belajar berdamai. Jangan lihat wajah, suku, atau darah. Tapi hiduplah sebagaimana yang digariskan oleh Firman Tuhan.” ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kepulauan Yapen Resmi Canangkan Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI

27 July 2026 - 19:54 WIT

Musda VI KKSS Kepulauan Yapen Digelar, Siapkan Kepengurusan Baru

26 July 2026 - 18:07 WIT

PT Munja Utama Indonesia Raih Pemred Award dan Pena Emas 2026

24 July 2026 - 22:35 WIT

Cegah Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal, OJK Papua Edukasi ASN Kepulauan Yapen

24 July 2026 - 22:26 WIT

Rian Hendrik Ajak Generasi Muda Kembangkan Seni Budaya Bernilai Ekonomi

24 July 2026 - 22:02 WIT

Pemkab Kepulauan Yapen Pastikan Revisi RTRW Berbasis Pembangunan Berkelanjutan

24 July 2026 - 10:02 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN