Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 26 Jul 2025 17:30 WIT

Petugas Lapangan Ikuti Pelatihan Survei Baseline Program MBG di Kepulauan Yapen


					Foto bersama usai pelatihan Survei Baseline Program MBG. (Foto dok: BPS Kabupaten Kepulauan Yapen) Perbesar

Foto bersama usai pelatihan Survei Baseline Program MBG. (Foto dok: BPS Kabupaten Kepulauan Yapen)

KABARPAPUA.CO, Serui – Pelatihan petugas lapangan dalam rangka persiapan pelaksanaan Survei Baseline Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi digelar pada 24-25 Juli 2025 di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Kegiatan ini berlangsung di ruangan rapat Kantor BPS Kepulauan Yapen, yang diikuti 6 petugas lapangan, 2 pengawas lapangan, serta 1 pengajar atau instruktur.

Ramadhan Arif Hidayat selaku koordinator pelatihan menyampaikan, pelatihan ini bertujuan membekali petugas dengan pengetahuan dan keterampilan teknis, dalam melakukan survei baseline MBG yang akan dilaksanakan pada Agustus 2025 mendatang.

“Pelatihan ini penting agar petugas memahami metodologi dan instrumen survei yang digunakan, serta mampu melakukan wawancara dan pengumpulan data secara akurat di lapangan,” jelas Ramadhan, Sabtu, 26 Juli 2025.

Menurutnya, survei baseline ini menjadi bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan.

“Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana program MBG memberikan dampak terhadap aspek kesehatan dan gizi, pendidikan, serta tingkat kemiskinan di kalangan penerima manfaat,” jelas Ramadhan.

Survei khusus sebenarnya, kata Ramadhan, sudah dilakukan pada Juni lalu. Sementara survei baseline ini akan dilakukan pada Agustus, dengan responden berasal dari rumah tangga yang telah ditentukan berdasarkan hasil pemutakhiran blok sensus.

Ramadhan juga menuturkan, salah satu indikator penting dalam survei ini adalah perubahan pengeluaran konsumsi rumah tangga.

“Kami ingin tahu, apakah ada perubahan signifikan pengeluaran rumah tangga. Apakah meningkat, menurun, atau justru tak berdampak sama sekali setelah program MBG dijalankan,” terangnya.

Ramadhan berharap para petugas lapangan dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan mampu mengaplikasikan materi pelatihan secara maksimal di lapangan.

“Kepada para narasumber atau responden survei di lapangan, kami juga berharap bisa menerima kehadiran petugas kami dengan tangan terbuka dan memberikan informasi secara jujur sesuai kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah pusat dalam rangka peningkatan kualitas SDM dan penanggulangan stunting, serta kemiskinan ekstrem. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 135 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

DP3AKB Yapen: Kontrasepsi Adalah Langkah Awal Cegah Stunting

3 May 2026 - 05:04 WIT

Rayakan Hardiknas, Plh Sekda Yapen Ajak Orang Tua dan Masyarakat Bersinergi

2 May 2026 - 23:45 WIT

Harga Pangan di Serui Merangkak Naik

2 May 2026 - 16:26 WIT

Disdikpora Kepulauan Yapen Latih Guru PAUD-TK Kelola Data dan Anggaran

30 April 2026 - 23:51 WIT

Peringati HUT IBI ke-75, Pelayanan KB Gratis Digelar di Kepulauan Yapen

30 April 2026 - 12:06 WIT

Polemik TPB Temui Titik Terang, Pemda Yapen Pastikan Nakes Dibayar Sesuai Perbup

27 April 2026 - 15:16 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN