KABARPAPUA.CO, Nabire– Namanya Rainata Pattipi, umurnya 24 tahun. Dia menjadi salah satu perempuan yang bertugas sebagai pemadam kebakaran (Damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Penyelamatan Papua Tengah. Helm kuning dan jaket tahan panas selalu digunakan saat dia bertugas memadamkan kobaran api.
Rainata bilang, profesinya adalah panggilan jiwa yang menuntut keberanian melampaui batas gender. Ia mengakui pada awalnya, lingkungan sekitarnya sempat meragukan profesi yang sudah digelutinya selama setahun belakangan ini.
Keraguan banyak dijawabnya dengan prestasi. Rainata tidak hanya mahir dalam teknik firefighting, tetapi juga ahli dalam manajemen penyelamatan (rescue). Ia pun mengakui tidak mudah berada di posisinya sekarang. Selain perlunya keberanian yang besar, persiapan mentalnya juga harus kuat. Sebab, menurutnya, ia tidak bisa menebak seperti apa kejadian lapangan yang menantinya di depan nanti.

“Api tidak pernah memilih siapa yang akan ia bakar. Begitu juga dengan keberanian, ia tidak memilih apakah ia berada di dada laki-laki atau perempuan,tugas tetap harus dijalankan” tegasnya.
Kini, Rainata dan rekan-rekan perempuannya berharap semakin banyak generasi muda perempuan yang tidak ragu untuk bergabung. Baginya, setiap kali ia berhasil memadamkan titik api atau menyelamatkan nyawa, itu adalah kemenangan atas rasa takut dan stigma yang selama ini membelenggu. *** (Agies Pranoto)


















