KABARPAPUA.CO, Nabire – Di sebuah lorong tenang kawasan Karang Mulia, Nabire, sebuah rumah kontrakan bercat putih terlihat hampir sama dari rumah warga lain di sekitarnya.
Namun jika dilihat detail, rumah ini sedikit berbeda. Apalagi ketika saat melangkah masuk ke dalamnya. Sebab rumah bernuansa putih milik Husnul Chotimah Rahanyamtel terlihat dipenuhi rak-rak kayu tertata rapi, berisikan puluhan judul buku berbagai genre.
Bagi Husnul, rumahnya bukan sekadar tempat bernaung, melainkan “pelabuhan” bagi para pencari ilmu dan pencinta literasi. Husnul adalah salah satu sosok dibalik tren toko buku rumahan yang kini mulai menemukan tempat di hati masyarakat Nabire.

Perjalanan Husnul dalam dunia literasi dimulai dari keresahannya melihat akses buku yang terbatas bagi anak-anak muda di lingkungannya. Berbekal koleksi pribadi yang dikumpulkan bertahun-tahun, ia memutuskan membuka pintu rumahnya bagi siapa saja yang ingin membaca atau membeli buku, yang kemudian dinamakan “Noken Buku”.
“Noken Buku saya bentuk pada November 2025 lalu. Kenapa rumahan? Karena saya juga masih kerja kantoran yang pergi pagi pulang sore. Jadi biar lebih gampang saja aksesnya kalau di rumah,” jelas Husnul, Minggu, 12 April 2026.
Di toko buku rumahan miliknya, Husnul tak hanya melayani transaksi jual-beli. Tapi ia juga sering berbagi buku dan alat-alat tulis bersama komunitasnya kepada anak-anak.
Sisi lain ada kemirisan masih minimnya toko buku di Nabire yang menjual buku bacaan. Husnul percaya, bahwa literasi bukan hanya soal aktivitas membaca, melainkan tentang membangun percakapan dan membuka pengetahuan.
“Ternyata peminat buku banyak loh disini, apalagi selain di rumah saya juga buka di lokasi Car Free Day (CFD) di Jalan Pepera, Nabire setiap Sabtu pagi. Saya ingin lebih banyak saja akses masyarakat terhadap buku. Setiap Jumat juga saya dan komunitas buat kegiatan berbagi buku dan alat tulis,” ujarnya.

Menurut Husnul, kegiatan berbagi buku yang ia jalankan mendapatkan tempat di hati para volunteer litersi. Sebab selain dirinya, ada 20 orang pegiat lainnya dari berbagai profesi yang juga tergabung dalam Noken Buku.
“Saya berharap, masih banyak lagi yang terus menyuarakan gerakan melek baca dan melek buku, di tengah gempuran informasi digital seperti saat ini,” jelas Husnul.
Husnul juga mengatakan, uluran bantuan buku pun sering ia terima dari berbagai penjuru. “Kami senang hati membuka donasi pembelian buku. Ataupun ada yang punya buku, dari pada dimakan rayap, boleh donasikan saja ke kami, yang nantinya akan kami distribusikan kepada yang membutuhkan,” jelasnya.
Bagi Anda yang ingin mendonasikan buku ataupun alat tulis, dan bergabung dengan komunitas Noken Buku, silahkan Direct Message di media sosial @nokenbuku atau bisa mengunjungi lapak di lokasi CFD di Jalan Pepera, Nabire setiap Sabtu pagi. ***(Agies Pranoto)


















