KABARPAPUA.CO, Jakarta – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Puncak, Ny. Sujatinah Elvis Tabuni meraih penghargaan bergengsi Puspa Bangsa 2026 untuk kategori Puspa Cita dari Kompas TV.
Penghargaan diserahkan langsung Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka di Studio 1 Menara Kompas TV, Jakarta, Senin 13 April 2026.
Anugerah Puspa Bangsa merupakan agenda tahunan Kompas TV dalam rangka memperingati Hari Kartini. Ajang ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perempuan-perempuan tangguh dan inspiratif yang telah membawa perubahan serta dampak positif di berbagai bidang bagi Indonesia.
Pada tahun ini, terdapat tujuh kategori yang diberikan, diantaranya, Puspa Bangsa, Puspa Pertiwi, Puspa Cita, Puspa Pesona, Puspa Nawasena, Puspa Adidaya, dan Puspa Adhikara.
Ny. Sujatinah terpilih dikategori Puspa Cita, berkat kontribusi nyatanya dalam menginspirasi masyarakat di wilayah Kabupaten Puncak.
Salah satu program unggulannya adalah pembentukan Kampung Binaan TP-PKK Kabupaten Puncak yang diberi nama ‘Niniki Lambunik Eruwok’. Kampung binaan ini sebelumnya telah diresmikan Bupati Puncak, Elvis Tabuni awal Maret 2026.
Ny. Sujatinah Elvis Tabuni menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan menegaskan, penghargaan ini merupakan amanah besar yang harus diemban.
Dia berkomitmen menjadikan apresiasi ini sebagai motivasi tambahan untuk meningkatkan pelayanan melalui TP-PKK. Tujuannya agar keluarga dan perempuan di Kabupaten Puncak menjadi lebih mandiri, sehat, dan sejahtera.
Menurut Ny Sujatinah, penghargaan ini membuktikan perempuan Puncak mampu berdedikasi membangun keluarga, kampung, dan daerah.
“Ini bukan sekadar apresiasi, tetapi amanah untuk terus hadir melayani masyarakat, khususnya perempuan dan anak di Kabupaten Puncak, agar mandiri secara ekonomi, kesehatan, dan perlindungan,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan program untuk menjangkau wilayah yang lebih luas, terutama ke kampung-kampung yang paling membutuhkan, termasuk menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kualitas perempuan dan anak.
“Kolaborasi sangat penting dan ini menjadi kunci keberhasilan suatu program, sebab suatu program tidak bisa jalan sendiri. Maka dari itu, kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dengan tokoh masyarakat, terutama dengan masyarakat,” terangnya.
Dirinya berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia, khususnya perempuan di Kabupaten Puncak, agar tidak berkecil hati dan terus berkarya, bagi bangsa dan negara.
“Mari terus berdedikasi sebagai perempuan. Kita tidak cuma sebagai pendamping saja untuk laki-laki, tetapi kita bisa sebagai motor penggerak pembangunan, pada khususnya di Kabupaten Puncak dan secara umum di seluruh Indonesia,” ajaknya. ***(Diskominfo Puncak)


















