KABARPAPUA.CO, Wamena– Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin memastikan korban jembatan putus Kali Uwe di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya terus dicari. Dia memastikan, korban jembatan putus bukan merupakan korban konflik antarwarga yang terjadi di Wamena.
“Jumlah korban yang beredar luas di masyarakat tidak seluruhnya merupakan korban perang antar kelompok. Ada sekitar 40 orang jatuh dari jembatan yang putus. Korban ini bukan masuk kategori korban perang. Saat ini masih dilakukan pencarian,” kata Kapolda, Sabtu 16 Mei 2026.
Kapolda berharap, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten, tokoh masyarakat, dan tokoh agama segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan adat yang menjadi akar konflik agar situasi kembali kondusif.
Informasi yang didapat kabarpapua menyebutkan korban jembatan putus di Kali Uwe sebelumnya dikabarkan hendak menyelamatkan diri akibat konflik antarwarga yang terjadi di Distrik Wouma. Saat menyelamatkan diri, jembatan terputus dan banyak korban jatuh di kali dengan arus yang deras.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama dengan Wamendagri Ribka Haluk yang dihadiri kepala daerah di 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan serta para tokoh setempat sudah menggelar rapat keamanan membahas konflik antarwarga di Wamena.
Dalam rapat juga dibahas korban putusnya Jembatan Uwe yang mengakibatkan 33 korban jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 korban telah ditemukan, sementara 11 korban lainnya masih dalam proses pencarian. Pencarian korban akan dilakukan selama lima hari oleh pihak netral yang terdiri dari Tim SAR dan TNI.
Sementara itu, terkait korban dalam konflik yang terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026, proses pendataan korban mulai dilakukan oleh pihak kepolisian bersama lembaga pembela HAM. Aparat keamanan akan mendatangi rumah-rumah warga di sekitar Kali Uwe guna melakukan pendataan dan identifikasi korban.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mendukung seluruh proses penanganan yang sedang dilakukan pemerintah dan aparat terkait demi terciptanya situasi yang aman dan damai di Papua Pegunungan. *** (Katharina/Agris Wistrijaya)


















