Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 17 May 2026 22:40 WIT

Hoaks Merebak di Tengah Konflik Antarwarga di Wamena


					Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin. Foto: Humas Polda Papua Perbesar

Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin. Foto: Humas Polda Papua

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin mengakui adanya hoaks merebak di tengah konflik antarwarga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Kapolda menjelaskan, konflik tersebut bermula dari kasus kecelakaan lalu lintas pada 2024 yang kemudian berkembang menjadi persoalan adat dan pembayaran duka. Namun pada yang bersamaan, pemerintahan di wilayah Papua Pegunungan masih dipimpin pejabat sementara (Pj), sehingga pengambilan keputusan terkait penganggaran dan ganti rugi mengalami kendala.

“Sekarang sudah ada bupati definitif dan gubernur definitif. Beberapa hari ini sudah mulai maraton untuk menyelesaikan persoalan itu,” kata Patrige, Sabtu 16 Mei 2026.

Kapolda mengakui dalam konflik tersebut terdapat korban jiwa, namun kondisi diperburuk oleh kurangnya komunikasi dan adanya informasi hoaks yang memicu kepanikan masyarakat. Kapolda juga membantah isu yang menyebut konflik telah meluas hingga masuk ke pusat Kota Wamena.

“Insiden yang terjadi di dalam kota dipicu oleh kesalahpahaman informasi dari masyarakat yang berada di wilayah seberang Sungai Wouma dan itu bukan merembet masuk ke dalam kota. Karena di dalam kota ini dan di daerah Wouma di seberang Kali Uwe, disitu ada masyarakat dari Lanny Jaya, dari Nduga. Jadi kemudian kalau ada informasi hoaks yang sifatnya provokatif langsung direspon dengan aksi yang ada di dalam kota,” jelas Kapolda.

Untuk memperkuat pengamanan, Polda Papua menambah 100 personel ke Wamena. Saat ini total kekuatan di Polres Jayawijaya mencapai sekitar 400 personel, ditambah 200 personel dari Batalyon TNI Angkatan Darat yang berada di Wamena.

Selain pengamanan, aparat gabungan juga masih melakukan pencarian korban yang dilaporkan jatuh ke sungai akibat jembatan putus saat kepanikan terjadi.

“Jumlah korban yang beredar luas di masyarakat tidak seluruhnya merupakan korban perang antar kelompok. Ada sekitar 40 orang jatuh dari jembatan yang putus, jadi itu bukan masuk kategori korban perang. Saat ini masih dilakukan pencarian,” Kapolda berujar.

Kapolda berharap, pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten, tokoh masyarakat, dan tokoh agama bisa segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan adat yang menjadi akar konflik agar situasi kembali kondusif. *** (Katharina)

Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Bule Belanda di Manokwari

28 October 2026 - 16:12 WIT

Sasar Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Waropen Gelar Operasi Patuh Cartenz 2026

27 October 2026 - 21:12 WIT

Trending di PERISTIWA