KABARPAPUA.CO, Wamena– Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk hadir di tengah penyelesaian konflik antarwarga di Wamena. Dalam proses penyelesaian itu, dihadirkan para pimpinan gereja, pemerintah kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta aparat keamanan.
Pertemuan yang berlangsung Sabtu 16 Mei 2026 di Wamena juga dihadiri Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, Bupati Lanny Jaya, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere.
Dalam rapat tersebut menghasilkan 6 point kesepakatan, yakni:.
- Konflik antar sesama Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Papua Pegunungan resmi dinyatakan berhenti mulai Sabtu, 16 Mei 2026. Massa dari masing-masing pihak yang terlibat konflik akan dipulangkan ke kabupaten asal mulai besok.
- Seluruh pimpinan gereja, pemerintah, tokoh adat, tokoh pemuda, dan organisasi masyarakat sipil diminta mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya persaudaraan, persatuan, perdamaian, dan kasih sayang antar sesama.
- Pemerintah di bawah koordinasi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk akan segera menyusun regulasi berupa perdasus dan perdasi guna memperkuat perlindungan hukum serta pencegahan konflik di masa mendatang.
- Pemerintah menegaskan tidak akan lagi menerapkan pembayaran kepala dalam penyelesaian konflik. Seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, intelektual, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus membangun edukasi publik bahwa tidak boleh terjadi pembunuhan, peperangan, maupun pertikaian dengan alasan apa pun.
- Masyarakat diimbau untuk kembali melaksanakan ibadah Minggu, 17 Mei 2026 dengan aman dan tenteram serta kembali menjalankan aktivitas seperti biasa mulai Senin.
- Pemerintah juga menegaskan bahwa ke depan wilayah Papua Pegunungan akan mengedepankan hukum positif. Setiap pelaku maupun aktor di balik konflik akan diproses sesuai hukum yang berlaku, termasuk penangkapan, pengadilan, hingga proses pemidanaan.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta mendukung seluruh proses penanganan yang sedang dilakukan pemerintah dan aparat terkait demi terciptanya situasi yang aman dan damai di Papua Pegunungan. *** (Agris Wistrijaya)


















