KABARPAPUA.CO, Nabire– Polda Papua Tengah mendeteksi keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan DPO AK di Nabire. Maka, dilakukan operasi terukur yang dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri dan Damai Cartenz di wilayah Nabire beberapa pekan terakhir.
Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav Robby Urbinas menjelaskan KKB pimpinan AK kerap berpindah tempat dan awalnya terpantau di daerah Kimi, lalu sempat membuat camp di Kali Nabarua. “Di camp itu, KKB AK sempat melakukan rapat internal dan diduga akan melakukan tindakan gangguan keamanan,” katanya dalam keterangan pers kepada media di Nabire, Senin 2 Maret 2026.
Dia menjelaskan dalam operasi terukur ini sempat terjadi kontak senjata, namun KKB berhasil kabur dan aparat TNI Polri mengamankan sejumlah barang bukti berupa 561 butir amunisi, 10 buah magazen, telepon genggam, alat komunikasi HT, uang tunai, bendera dan perlengkapan lainnya.
“Keberhasilan ini merupakan langkah penting dalam menekan angka kekerasan bersenjata yang sering menyasar masyarakat sipil maupun aparat keamanan,” katanya.
Gustav bilang, barang bukti berupa magazen merupakan hasil rampasan yang dilakukan KKB di Lagari, sementara sejumlah amunisi dan uang tunai masih dalam penyelidikam tim satgas.
Sementara itu, Brigjen TNI Riyanto selaku Wapang OPS Habema membenarkan satu anggotanya mengalami luka akibat serangan oleh KKB. “Benar, prajurit kami terkena serpihan proyektil dan sudah dievakuasi,” jelasnya. *** (Agies Pranoto)


















