Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 31 Jul 2026 21:44 WIT

Gubernur Papua Tengah: Pendapatan Capai 101,46 Persen dan SiLPA Rp1,429 Triliun


					Saat Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa sampaikan LPJ Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRP Papua Tengah. (Foto dok: papuatengahprov.go.id) Perbesar

Saat Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa sampaikan LPJ Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRP Papua Tengah. (Foto dok: papuatengahprov.go.id)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRP Papua Tengah di Nabire, Jumat, 31 Juli 2026.

Hasil audit menunjukkan realisasi pendapatan daerah melampaui sasaran, mencapai Rp4,126 triliun atau 101,46 persen dari target Rp4,066 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tumbuh signifikan menjadi Rp601,70 miliar atau 114,50 persen—dipimpin pajak daerah Rp543,38 miliar dan penerimaan lain-lain PAD Rp58,32 miliar. 

Pendapatan transfer terealisasi 99,30 persen sebesar Rp2,362 triliun, sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah tercapai 100 persen senilai Rp1,162 triliun.

Dari sisi pengeluaran, belanja daerah terealisasi Rp3,781 triliun atau 78,57 persen dari pagu Rp4,812 triliun. Rinciannya: belanja operasi 80,28 persen, belanja barang dan jasa 78,73 persen, hibah 75,78 persen, bantuan sosial hanya 26,29 persen, serta belanja modal 61,92 persen—terutama gedung/bangunan 50 persen dan jalan/jaringan/irigasi 63,28 persen.

Kondisi ini menghasilkan surplus anggaran Rp345,19 miliar, padahal semula direncanakan defisit Rp745,37 miliar. Ditambah sisa lebih tahun lalu Rp1,083 triliun, maka SiLPA akhir tahun menjadi Rp1,429 triliun untuk digunakan sebagai sumber pembiayaan tahun berikutnya sesuai aturan berlaku.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengakui masih ada enam tantangan utama yang harus segera diperbaiki, yakni:

1. Meningkatkan kualitas perencanaan agar lebih realistis
2. Mempercepat proses pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun
3. Menggenjot serapan belanja modal yang berdampak langsung pada layanan publik
4. Mengoptimalkan PAD tanpa membebani masyarakat
5. Memperkuat pengendalian internal dan manajemen risiko
6. Menjamin setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata bagi warga

“Setiap rupiah APBD harus diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan dan kesehatan, kesejahteraan masyarakat adat, serta membuka keterisolasian wilayah,” kata Meki.

Meki juga berharap rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban APBD ini dapat dibahas secara konstruktif bersama DPRP demi kemajuan Papua Tengah yang adil dan sejahtera. ***(papuatengahprov.go.id)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Resmi Buka Rakorwasda 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran

27 October 2026 - 14:24 WIT

DPRP Papua Tengah Berkomitmen Dorong Kamandirian Ekonomi bagi OAP

15 October 2026 - 17:58 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM OAP yang Kompeten dan Mandiri

15 October 2026 - 07:28 WIT

Buka Konferensi GKII Wilayah II Papua Tengah, Wagub Deinas Geley: Jaga Persatuan Umat

13 October 2026 - 22:05 WIT

TPP Bangkit Papua Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Bank Papua

10 October 2026 - 14:35 WIT

Edukasi Pelajar, IMI Nabire Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sekolah

10 October 2026 - 14:10 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH