Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 23 Mar 2024 23:12 WIT

Dua Kelompok Warga di Nduga Bentrok Gegara Berebut Suara Sistem Noken


					Aparat keamanan saat meredam bentrokan dua kelompok warga di Kabupaten Nduga. (Dok Polda Papua) Perbesar

Aparat keamanan saat meredam bentrokan dua kelompok warga di Kabupaten Nduga. (Dok Polda Papua)

KABARPAPUA.CO, Kenyam – Dua kelompok warga terlibat bentrokan di Kota Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu 23 Maret 2024.

Bentrokan terjadi buntut dari kesepakatan pembagian hak suara pemilu menggunakan sistem noken. “Bentrok terjadi karena masalah pembagian suara yang belum terselesaikan,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.

Benny menyebut, pertikaian kedua kelompok buntut dari masalah suara pemilu yang belum tuntas. Di mana keduanya terlibat bentrok pada Kamis 15 Februari serta Senin 4 Maret 2024.

“Pertikaian berawal dari kedua kelompok masyarakat yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Nduga, Ikabus Gwijangge dengan Kepala Distrik Geselema, Lenanus Wandikbo yang sebelumnya terjadi pada Kamis (15/02) dan Jumat (16/02) serta pada Senin (04/03),” terangnya.

Kapolres Nduga AKBP V.J. Parapaga turun ke lokasi untuk meredam bentrokan dua kelompok masyarakat, Sabtu 23 Maret 2024. (Dok Polda Papua)

Sementara itu, Kapolres Nduga AKBP V.J. Parapaga mengatakan, konflik ini hanya melibatkan Distrik Geselema dan antara keluarga sendiri atau pertalian darah, kekerabatan, antara kedua kelompok masyarakat.

“Kami telah melakukan tindakan tegas terukur dengan menembakan gas air mata ke arah dua kelompok tersebut. Kami  juga mengimbau kedua kelompok untuk segera membubarkan diri,” katanya.

Saat ini, personel gabungan terus melakukan patroli di sekitaran lokasi kejadian mengantisipasi bentrokan susulan. Pihak kepolisian juga telah melakukan pendekatan kepada para tokoh-tokoh di Nduga untuk membantu meredam kedua kelompok.

“Situasi saat ini terpantau aman dan kondusif. Hal ini tak lepas dari kerja sama dan sinergitas bersama untuk menjaga situasi tersebut tetap terjaga dengan baik,” ujar  Parapaga.

Dia berharap situasi yang kondusif ini dapat terjaga dan stabil, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik dengan normal.  “Kami pihak keamanan akan terus berupaya menjalin komunikasi bersama kedua kubu yang bertikai,” katanya. *** (Achmad Syaiful)

Artikel ini telah dibaca 213 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Baku Tembak OPM dan TNI di Jila Mimika, Satu Prajurit Gugur

17 August 2026 - 15:59 WIT

Hasil Pendekatan Humanis: Tujuh Senpi Rakitan dan Puluhan Amunisi Dimusnahkan di Yapen

17 August 2026 - 13:01 WIT

Jelang HUT RI di Tolikara, OPM Botak Wanimbo Tembak Warga Sipil

17 August 2026 - 12:27 WIT

Ricuh Unjuk Rasa di Kota Jayapura, 7 Polisi Kena Lemparan Batu hingga Terinjak

15 August 2026 - 22:03 WIT

Polda Papua Sebut Keamanan Kondusif Pasca Unjuk Rasa

15 August 2026 - 18:12 WIT

Tembus Malam Dingin Ugimba, Koops TNI Habema Kuasai Persembunyian OPM Apeni Kobogau

15 August 2026 - 16:52 WIT

Trending di PERISTIWA