Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 18 Apr 2026 21:50 WIT

Tangani Korban Sipil, Gubernur Papua Tengah Koordinasi dengan Pemerintah Pusat


					Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wagub Papua Tengah Deinas Geley mengunjungi para korban di RSUD Mulia, Puncak Jaya. (Foto dok: papuatengahprov.go.id) Perbesar

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wagub Papua Tengah Deinas Geley mengunjungi para korban di RSUD Mulia, Puncak Jaya. (Foto dok: papuatengahprov.go.id)

KABARPAPUA.CO, Nabire – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyatakan telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat pemerintah pusat di Jakarta, untuk penangan para korban tewas dan luka dalam insiden di Kabupaten Puncak, Papua Tengah beberapa hari lalu.

Sebelumnya, sejumlah warga Kabupaten Puncak dilaporkan tewas dan mengalami luka tembak, saat prajurit TNI melakukan operasi militer di sejumlah kampung di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Selasa, 14 April 2026.

Gubernur Nawipa mengaku telah membangun komunikasi intensif dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) dan Menteri Dalam Negeri atau Mendagri, untuk mencari solusi terbaik di lapangan.

Katanya, langkah koordinasi di tingkat pusat telah dilakukan, untuk memastikan penanganan korban dapat berjalan dengan mempertimbangkan aspek budaya lokal.

“Saya sudah komunikasi dengan Menko Polhukam, sudah diskusi dengan Mendagri untuk bagaimana saya bisa audiensi. Kita mencari supaya korban-korban yang ada di sana bisa kita lakukan itu sambil satu dua hari ini akan ada tim terpadu,” kata Meki Nawipa, Jumat, 17 April 2026.

Gubernur Nawipa mengatakan, dalam situasi ini diperlukan profesionalisme dan tepat sasaran, diimbangi dengan diplomasi yang lebih manusiawi demi menghindari dampak emosional yang mendalam bagi keluarga korban.

“Kita mengedepankan bagaimana humanis, diplomasi humanis. Ini yang akan diperjuangkan oleh kami di provinsi,” ucapnya.

Menurutnya, untuk penanganan di lokasi kejadian kini telah ditetapkan status tanggap darurat, dengan kolaborasi antara dua kabupaten yang terdampak langsung, yaitu Puncak dan Puncak Jaya.

Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah pun akan menyalurkan bantuan logistik guna menutupi kekurangan di lapangan.

“Status tanggap darurat dibuat oleh Pemkab Puncak dengan Puncak Jaya. Ini terjadi di Kabupaten Puncak, akan tetapi berbatasan langsung dengan Kabupaten Puncak Jaya. Setelah itu kita [Pemprov] akan bantu tenda. Kita akan bantu semua hal untuk bagaimana meringankan beban ini,” ujarnya. ***(papuatengahprov.go.id)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Resmi Buka Rakorwasda 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran

27 October 2026 - 14:24 WIT

DPRP Papua Tengah Berkomitmen Dorong Kamandirian Ekonomi bagi OAP

15 October 2026 - 17:58 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM OAP yang Kompeten dan Mandiri

15 October 2026 - 07:28 WIT

Buka Konferensi GKII Wilayah II Papua Tengah, Wagub Deinas Geley: Jaga Persatuan Umat

13 October 2026 - 22:05 WIT

TPP Bangkit Papua Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Bank Papua

10 October 2026 - 14:35 WIT

Edukasi Pelajar, IMI Nabire Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sekolah

10 October 2026 - 14:10 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH