Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 10 Aug 2026 22:43 WIT

Pemprov Papua Tengah dan SCOPI Tandatangani Kerja Sama Pemberdayaan Petani


					(Foto dok: papuatengahprov.go.id) Perbesar

(Foto dok: papuatengahprov.go.id)

KABARPAPUA.CO, Nabire — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat pemberdayaan petani kopi melalui penerapan budidaya berkelanjutan. Penandatanganan berlangsung di Nabire pada hari Senin, 10 Agustus 2026.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa yang diwakili Asisten II, H. Tumiran mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis pemerintah provinsi dalam membangun sektor perkebunan kopi tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga peningkatan kualitas, kapasitas petani, nilai tambah, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui nota kesepahaman ini, kedua pihak akan mendorong penguatan kapasitas petani dan pelatih utama kopi melalui penerapan Praktik Pertanian Baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan penanganan pascapanen, serta pengembangan ekosistem kopi berkelanjutan secara menyeluruh —mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan hingga pengolahan pascapanen.

Menurut Tumiran, pengembangan kopi tidak cukup hanya dengan memperluas areal tanam, melainkan harus dibangun sebuah ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir.

“Sehingga, kerja sama dengan SCOPI diarahkan pada peningkatan kompetensi petani, penguatan pelatih utama (master trainers), penerapan standar budidaya berkelanjutan, peningkatan mutu pascapanen serta pengembangan jejaring dan kemitraan dalam rantai nilai kopi,” katanya.

Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah penempatan petani sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan. 

Peningkatan kapasitas dan keterampilan petani menjadi fokus utama agar mereka mampu menerapkan praktik budidaya yang baik, meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas lingkungan, dan menghasilkan produk kopi yang memenuhi standar pasar.

Pemerintah juga akan mendorong terbentuknya kelompok tani yang kuat serta kelembagaan petani yang mampu menjadi bagian dari rantai pasok kopi secara berkelanjutan.

Papua Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan kopi berkualitas dengan karakteristik dan cita rasa khas. Potensi tersebut akan dikelola secara serius melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, teknologi budidaya, pascapanen, kelembagaan petani, serta akses terhadap pasar. 

Pengembangan kopi diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional, tetapi juga membuka peluang menuju pasar internasional dengan menjadikan kualitas sebagai kunci utama.

Kerja sama ini juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan program pengembangan komoditas unggulan daerah, termasuk gerakan penanaman dan pengembangan kopi secara berkelanjutan. 

Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendorong sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petani, pelaku usaha, lembaga pendamping, akademisi, dan mitra pembangunan sehingga pengembangan kopi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan awal dari kerja sama yang lebih konkret di lapangan. Pemerintah berharap kerja sama dengan SCOPI dapat menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak petani kopi yang terampil, pelatih utama yang kompeten, perkebunan yang produktif dan ramah lingkungan, serta produk kopi Papua Tengah yang semakin dikenal dan dihargai di tingkat nasional maupun internasional.

“Kopi Papua Tengah bukan hanya tentang tanaman, tetapi tentang masa depan petani, peningkatan ekonomi masyarakat, kelestarian lingkungan, dan pembangunan Papua Tengah yang berkelanjutan,” ujarnya. ***(papuatengahprov.go.id)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Resmi Buka Rakorwasda 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran

27 October 2026 - 14:24 WIT

DPRP Papua Tengah Berkomitmen Dorong Kamandirian Ekonomi bagi OAP

15 October 2026 - 17:58 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM OAP yang Kompeten dan Mandiri

15 October 2026 - 07:28 WIT

Buka Konferensi GKII Wilayah II Papua Tengah, Wagub Deinas Geley: Jaga Persatuan Umat

13 October 2026 - 22:05 WIT

TPP Bangkit Papua Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Bank Papua

10 October 2026 - 14:35 WIT

Edukasi Pelajar, IMI Nabire Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sekolah

10 October 2026 - 14:10 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH