KABARPAPUA.CO, Kota jayapura – Ribuan jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) dari sepuluh gereja di lingkungan Klasis Port Numbay (Jayapura) memadati halaman Kantor Gubernur Papua untuk merayakan ibadah Pentakosta.
Perayaan ini dipimpin Pdt Imanuel Warikar sebagai pelayan firman bersama Pdt Absalon Johan Haay sebagai pelayan liturgi.
Mengusung tema: “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan, Perdamaian, dan Kesejahteraan” dan sub tema: “Roh Kudus Menggerakkan Umat untuk Peduli terhadap Sesama dan Alam Ciptaan-Nya”, ibadah ini menjadi momentum kebersamaan sarat makna.
Ketua Panitia Ibadah Pentakosta, Johana Orpa Anna Rumbiak, menjelaskan, persiapan dilakukan selama dua bulan oleh tiga jemaat tuan rumah, yakni GKI Efrata Kayu Batu, GKI Kalfaria Angkasa, dan GKI Alfa Omega Bhayangkara.
Johana menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan, namun menegaskan bahwa pencurahan Roh Kudus akan mengenyangkan jemaat dengan damai sejahtera yang melampaui akal manusia.

Ketua Klasis Port Numbay, Pdt Andris W. Tjoe menekankan, Pentakosta bukan sekadar acara seremonial gerejawi, melainkan panggilan rohani bagi gereja untuk bersaksi dan melayani di tengah dunia.
“Momentum ini penting untuk kebersamaan dalam pelayanan, momen inilah yang menjadi penting dalam kebersamaan bersama,” ujar Andrias.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Cristian Sohilait, menyampaikan selamat hari Pentakosta dan mengajak umat untuk menjadikan iman sebagai landasan bekerja dengan jujur, melayani dengan tulus, serta menjaga kedamaian di Tanah Papua.
Menurut Cristian, nilai Pentakosta mengajarkan persatuan dalam keberagaman, semangat melayani, serta keberanian membawa perubahan.
“Mari kita bersama-sama mengambil peran membangun Papua sesuai talenta dan karunia masing-masing,” ujar Cristian.
Perayaan ibadah Pentakosta ini jadi bukti nyata, bahwa semangat Pentakosta bukan hanya berhenti pada ibadah. Tapi diwujudkan dalam tindakan nyata: menjadi terang dan garam, menghadirkan damai sejahtera, serta membangun kehidupan berkeadilan di Papua. ***(Imelda)


















