KABARPAPUA.CO, Sentani– Pemerintah Kabupaten Jayapura menunda pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) Tahun 2026. Sebelumnya FDS tahun ini akan dilaksanakan Agustus. Namun, dikarenakan kesiapan infrastruktur di lokasi kegiatan baru mencapai 35 persen, maka FDS diundur hingga awal September 2026.
Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayapura yang juga Ketua Panitia FDS XV 2026 Gilberd R. Yakwart menjelaskan dari hasil paparan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) serta Dinas Pekerjaan Umum, progres pekerjaan baru mencapai 35 persen sehingga belum memungkinkan untuk digunakan dalam waktu dekat.
“Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak ingin memaksakan pelaksanaan festival tanpa didukung kesiapan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga penundaan ini dinilai sebagai langkah terbaik,” katanya, seperti yang dilansir pada jayapurakab.go.id.
Yakwart mengakui penyelenggaraan FDS tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena pemerintah berupaya menghadirkan festival yang lebih panjang dengan anggaran yang lebih efisien. Jika pada tahun-tahun sebelumnya festival berlangsung 4-5 hari dengan anggaran mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar, maka tahun ini pelaksanaan dirancang lebih panjang dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,5 miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ini tantangan yang cukup berat. Kita ingin menghadirkan kegiatan yang lebih meriah, lebih lama, tetapi dengan anggaran yang jauh lebih efisien,” ujarnya.
Meski jadwal pelaksanaan berubah, Pemerintah Kabupaten Jayapura memastikan tetap akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata karena Festival Danau Sentani telah masuk dalam agenda nasional melalui Karisma Event Nusantara (KEN).
“Kami akan menyampaikan secara resmi kepada Kementerian Pariwisata terkait penyesuaian jadwal ini. Perubahan dilakukan semata-mata karena kesiapan infrastruktur yang belum maksimal,” jelasnya.
Pada FDS 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah atraksi budaya dan kegiatan unggulan yang melibatkan masyarakat adat serta pelaku UMKM lokal. Salah satu program yang akan menjadi daya tarik utama adalah makan papeda gratis bagi seluruh pengunjung.
“Kami akan menyiapkan satu hari khusus makan papeda gratis. Masyarakat Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, maupun wisatawan yang datang bisa menikmati papeda secara gratis. Kami akan memberdayakan mama-mama asli Sentani untuk menyiapkan makanan tersebut,” katanya.
Selain itu, panitia juga merencanakan kegiatan minum kopi gratis menggunakan kopi asli Kabupaten Jayapura sebagai upaya mempromosikan komoditas lokal kepada wisatawan.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pembuatan satu juta hiloi oleh mama-mama Papua. Upaya tersebut bahkan telah dikomunikasikan dengan pihak MURI dan akan menjadi salah satu ikon utama FDS tahun ini.
Berbagai atraksi budaya khas Sentani lainnya juga akan ditampilkan, termasuk tradisi menyelam sambil mengisap rokok, tarian adat, serta berbagai pertunjukan budaya yang menjadi identitas masyarakat di kawasan Danau Sentani. ***


















