Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KOTA JAYAPURA · 18 Feb 2026 20:02 WIT

Wali Kota Jayapura: Aktivitas Pendulangan Dihentikan


					Aktivitas pencarian pendulang tertimbun material di lokasi pendulangan Gajah Putih Kota Jayapura. Foto: ist Perbesar

Aktivitas pencarian pendulang tertimbun material di lokasi pendulangan Gajah Putih Kota Jayapura. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Pemerintah Kota Jayapura akan menutup lokasi pendulangan emas tradisional di Gajah Putih Kota Jayapura, pasca seorang pendulang tertimbun longsor. Penutupan lokasi pendulangan dilakukan setelah seluruh proses evakuasi dan pemakaman korban selesai, langkah hukum dan preventif akan segera diambil.

Pemkot Jayapura bakal memasang garis polisi di lokasi tersebut untuk menghentikan seluruh aktivitas pendulangan.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat berada di lokasi pendulangan Gajah Putih Kota Jayapura. Foto: ist

“Kami telah berkoordinasi dengan  Menteri Pertahanan dan Keamanan untuk menangani tambang ilegal di Jayapura. Tim khusus dari pusat dijadwalkan akan turun ke lapangan. Kami juga telah melibatkan Ondoafi dan pemilik hak ulayat untuk berhenti memberikan izin lahan bagi aktivitas pendulangan liar,” kata Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.

Ketegasan bercampur empati ditunjukkan Penjabat Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, saat turun langsung meninjau proses evakuasi korban longsor di tambang tradisional Gajah Putih, Kelurahan Numbai, Selasa 17 Februari 2026.

Berada di lokasi sejak pukul 14.00 hingga 20.00 WIT, Abisai memastikan sinergi antara TNI-Polri, Basarnas, dan warga berjalan maksimal demi menemukan korban yang tertimbun.

Proses pencarian yang telah memasuki hari ketiga ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Abisai menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap kinerja tim di lapangan.

“Saya datang hari ini untuk melihat langsung prosesnya dan memastikan semua berjalan dengan baik. Sudah tiga hari evakuasi dilakukan secara kolaboratif,” ujar Abisai di tengah lokasi kejadian.

Ancaman Nyawa

Abisai Rollo mengakui bahwa aktivitas pendulangan emas tradisional adalah sumber mata pencaharian warga. Namun, ia mengingatkan bahwa nyawa manusia tidak bisa ditukar dengan materi. Kejadian di Gajah Putih ini merupakan alarm keras bagi aktivitas serupa di wilayah lain seperti Polimak dan Bambu Kuning.

“Saya tidak melarang masyarakat mencari nafkah. Tetapi kita harus melihat dampaknya. Aktivitas ini sangat rawan bencana. Ketika longsor terjadi, dampaknya meluas hingga ke masyarakat sekitar,” tambahnya. *** (Natalya Yoku)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Andalkan Sektor Jasa, Pemkot Jayapura Optimis Target PAD Rp307,57 Miliar Terpenuhi

19 May 2026 - 23:39 WIT

Simbol Kerukunan, Pemkot Jayapura Dorong Distribusi Daging Kurban untuk Semua Umat

19 May 2026 - 09:27 WIT

Pemkot Jayapura Larang Penggunaan Kantong Plastik untuk Pembagian Daging Kurban

18 May 2026 - 21:43 WIT

Gebrakan Koperasi Merah Putih di Kota Jayapura

17 May 2026 - 23:21 WIT

Pemkot Jayapura Kirim 10 Paskibra untuk Seleksi Nasional

15 May 2026 - 13:02 WIT

8 ASN di Kota Jayapura Dipecat

14 April 2026 - 11:35 WIT

Trending di KABAR KOTA JAYAPURA