Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA PEGUNUNGAN · 17 May 2026 18:37 WIT

Pengungsi Korban Konflik Antarwarga Bertambah, Begini Langkah Prioritas Gubernur Papua Pegunungan


					Pengungsi korban konflik antarwarga yang bertahan di Mapolres Jayawijaya. Foto: ist Perbesar

Pengungsi korban konflik antarwarga yang bertahan di Mapolres Jayawijaya. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Wamena– Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, John Tabo mengunjungi pengungsi korban konflik antarwarga yang saat ini berada di Aula Polres Jayawijaya. Gubernur didampingi Perwira Penghubung Polda Papua di Polres Jayawijaya, Kombes Pol Andi Y. Enoch.

Gubernur menyampaikan pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus berupaya memulihkan situasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak.

“Saya datang sekaligus melihat langsung para pengungsi yang ditampung oleh bapak Kapolres. Saat ini kurang lebih ada 600 pengungsi di sini, kemudian sekitar 50 orang di tempat penampungan Katolik, sekitar 60 orang di Kodim, dan sekitar 20 orang di rumah Wakapolres,” ujar John Tabo, Sabtu 16 Mei 2026.

Menurutnya, para pengungsi mengalami trauma akibat konflik yang terjadi sehingga penanganan cepat menjadi prioritas utama pemerintah. Selain memastikan kebutuhan makanan dan tempat tinggal terpenuhi, pemerintah juga fokus pada pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami luka maupun trauma psikologis.

“Kondisi traumatik harus segera kita tangani. Kita atur pelayanan medisnya, ada masyarakat di Distrik Asolokobal yang terkena panah tetapi takut masuk ke kota untuk berobat, sehingga tim medis harus kita kirim ke sana,” jelasnya.

Gubernur bilang, apabila situasi terus kondusif dalam satu hingga dua hari ke depan, pemerintah akan mulai memulangkan masyarakat secara bertahap ke kampungnya masing-masing. Pemerintah bersama aparat keamanan juga akan melakukan penyisiran terhadap warga yang masih berada di hutan untuk memastikan keselamatan mereka.

“Nanti setelah semua aman dan kondusif, baru kita bicara penyelesaian terhadap para pelaku,” katanya.

Sementara itu, aparat keamanan memastikan kondisi Kota Wamena mulai berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat di sejumlah pasar dan pusat ekonomi perlahan kembali berjalan normal.

Pengungsi korban konflik antarwarga yang bertahan di Mapolres Jayawijaya. Foto: ist

“Secara umum situasi hari ini sudah kondusif. Aktivitas masyarakat mulai berjalan, pasar juga sudah mulai beroperasi. Kami berharap perang suku seperti kemarin tidak terjadi lagi,” ujar salah satu aparat keamanan di lokasi.

Untuk mendukung proses pemulihan keamanan, tambahan personel Brimob dari Polda Papua, guna memperkuat pengamanan dan memastikan situasi tetap aman selama proses pemulihan berlangsung.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama aparat keamanan mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Jayawijaya. *** (Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Babak Baru Penanganan Konflik di Papua Pegunungan

17 May 2026 - 22:56 WIT

Namanya Dicemarkan Lewat Rekaman Suara, Gubernur John Tabo Pastikan Polisi Usut Pelaku

17 May 2026 - 20:56 WIT

TP PKK Papua Pegunungan Rancang Program Kerja Berdampak Nyata

13 May 2026 - 17:09 WIT

Program MBG di Papua Pegunungan dengan Pendekatan Pangan Lokal

10 May 2026 - 08:38 WIT

Lebih dari Sekadar Kunjungan, Gubernur John Tabo: Wapres Gibran Datang dengan Hati

15 January 2026 - 07:24 WIT

Atenius Murip: Papua Pegunungan Siap Melaju di Liga 4, Tiga Klub Baru Disahkan

21 December 2025 - 00:30 WIT

Trending di KABAR PAPUA PEGUNUNGAN