Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 19 May 2026 10:13 WIT

Manisnya Durian Kampung Yapan Yapen, Sehari Meraup Untung Satu Juta Rupiah


					Pengelola wisata Kali Manainumi yang juga penjual durian lokal, Edi Ambokari. Foto: Ainun Faathirjal/Kabarpapua.co Perbesar

Pengelola wisata Kali Manainumi yang juga penjual durian lokal, Edi Ambokari. Foto: Ainun Faathirjal/Kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Serui– Musim durian di Kampung Yapan, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua membawa keuntungan bagi pelaku wisata lokal. Salah satunya adalah pengelola Wisata Kali Manainumi. Ramainya wisatawan yang datang untuk menikmati durian lokal dan suasana alam turut meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Pengelola wisata Kali Manainumi, Edi Ambokari menyampaikan, peningkatan kunjungan wisatawan turut berdampak pada naiknya penjualan durian lokal khas Kampung Yapan. Musim durian di Kampung Yapan sudah berlangsung sejak Februari 2026.

“Sejak musim durian dimulai, pengunjung semakin ramai. Penjualan durian juga meningkat dan sangat membantu ekonomi masyarakat,” kata Edi, Selasa 19 Mei 2026.

Edi bilang, dengan teknologi saat ini, salah satu trik menjual durian lokal juga dilakukan melalui platform media sosial, baik itu TikTok, Whatsapp dan Facebook. “Hasilnya, mampu menarik pengunjung lebih banyak datang ke lokasi wisata yang berada di Kampung Yapan,” katanya.

Pendapatan ekonomi masyarakat pun meningkat, dalam sehari saja bisa mencapai Rp1 juta, berbeda jika tak ada musim durian, wisatawan yang datang ke Kampung Yapan menurun dan warga setempat hanya bisa meraup untung Rp1,5 juta per bulan.

Selain menjual durian, pengelola wisata di Kampung Yapan menyediakan kuliner khas lokal, misalnya gedi gulung yang dijual dengan harga Rp10 ribu – Rp15 ribu per porsi. Gedi gulung adalah panganan lokal dari sagu, parutan kelapa dan daun gedi yang digulung dan direbus. biasanya menyantap makanan itu dengan sambal.

“Kebanyakan wisaratan datang pada hari Minggu bersama kerabat dan keluarganya untuk menikmati suasana alam, sekaligus berburu durian,” Edi menambahkan. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kepulauan Yapen Resmi Canangkan Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI

27 July 2026 - 19:54 WIT

Musda VI KKSS Kepulauan Yapen Digelar, Siapkan Kepengurusan Baru

26 July 2026 - 18:07 WIT

Cegah Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal, OJK Papua Edukasi ASN Kepulauan Yapen

24 July 2026 - 22:26 WIT

Rian Hendrik Ajak Generasi Muda Kembangkan Seni Budaya Bernilai Ekonomi

24 July 2026 - 22:02 WIT

Pemkab Kepulauan Yapen Pastikan Revisi RTRW Berbasis Pembangunan Berkelanjutan

24 July 2026 - 10:02 WIT

UPP Serui Gelar Padat Karya 2026, Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Produktif

24 July 2026 - 09:42 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN