KABARPAPUA.CO,Serui– Kelompok Batik Canting Kampung Barawaikap menggelar Pameran Batik Canting, 12-13 Mei 2026 di Alun-alun Kota Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kepulauan Yapen, Harold Wenno yang membuka pameran tersebut yakin kegiatan ini menjadi wadah promosi batik khas Yapen sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat melalui kolaborasi bersama pelaku UMKM, pengrajin tradisional, kuliner lokal, dan pasar murah.
“Kami apresiasi pameran batik ini yang menjadi langkah positif dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas daerah. Batik canting bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga simbol kreativitas, ketekunan, dan kecintaan masyarakat terhadap budaya warisan leluhur,” ujarnya.Selasa 12 Mei 2026.
Ia menilai kolaborasi antara pameran batik canting dengan produk UMKM, kerajinan tradisional, kuliner lokal, hingga pasar murah mampu membuka peluang usaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena dapat memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperkenalkan potensi lokal Kepulauan Yapen kepada masyarakat luas,” katanya.

Harold bilang, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen akan terus mendukung pengembangan UMKM dan industri kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan konsep yang lebih inovatif sebagai ruang promosi produk unggulan daerah.
Ketua Panitia Pameran Batik Canting, Elisabeth Ayomi menyampaikan pameran bertujuan memperkenalkan sekaligus mempromosikan batik lokal kepada masyarakat luas serta mendukung perkembangan ekonomi kreatif di daerah. Pameran melibatkan berbagai kelompok batik, pelaku UMKM, pengrajin tradisional, hingga pelaku usaha kuliner lokal. Kami ingin masyarakat lebih mengenal batik khas Yapen.
Elisabeth menjelaskan, sejumlah agenda yang ditampilkan dalam pameran tersebut antara lain tur pameran, demonstrasi membatik canting, dan fashion show hasil karya batik bermotif ukiran khas Yapen.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap batik lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Distrik Yapen Selatan.
“Kami berharap masyarakat semakin tertarik terhadap hasil karya yang telah dibuat. Selain itu, masyarakat juga dapat melihat secara langsung proses membatik canting,” katanya.
Elisabeth berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada para pelaku usaha kreatif serta pengrajin batik lokal agar dapat berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih luas. *** (Ainun Faathirjal)


















