Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 28 Apr 2026 08:34 WIT

Gubernur Fakhiri: Proyek Kereta Api di Papua Bukan Wacana


					Gubernur Papua, Matius Fakhiri. Foto: ist Perbesar

Gubernur Papua, Matius Fakhiri. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transportasi kereta api di Papua meski menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan usai memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah di halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin 27 April 2026.

Fakhiri mengatakan, rencana pembangunan kereta api di Bumi Cenderawasih bukan sekadar wacana, melainkan program nyata yang diyakini akan terwujud. Ia pun mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.

“Saya mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar pembangunan kereta api di Papua dapat segera terealisasi,” ujar Fakhiri.

Menurutnya kehadiran moda transportasi kereta api akan menjadi lompatan besar bagi pembangunan Papua, terutama dalam menghadirkan sistem transportasi modern dan ramah lingkungan.

Fakhiri menegaskan, proyek tersebut bukanlah inisiatif baru pemerintahannya. Bahkan, rencana pembangunan kereta api sudah dirancang sejak masa gubernur sebelumnya dan kini menjadi tanggung jawabnya untuk melanjutkan serta merealisasikannya.

Untuk melancarkan pembangunan transportasi kereta api di Papua, pemerintah setempat telah melakukan komunikasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Ia berharap hasil pembahasan itu dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat agar proyek pembangunan kereta api di Papua bisa direalisasikan dalam waktu mendatang.

Menanggapi kritik yang muncul, Fakhiri menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam proses pembangunan. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan bersifat konstruktif. “Kritik boleh, tetapi harus membangun dan tidak menghambat upaya pembangunan,” katanya.

Menurut Fakhiri, proyek kereta api ini bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Papua.

Ia optimistis pembangunan tersebut akan membawa dampak positif, mulai dari peningkatan mobilitas, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat di Papua. *** (Katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Begini Skema Pembayaran TPP ASN Pemprov Papua

28 April 2026 - 14:57 WIT

Gubernur Papua Temui Warga yang Tolak Pengembangan RS Marthen Indey Jayapura

28 April 2026 - 14:31 WIT

Pola Kerja WFH ASN Pemprov Papua Akan Dievaluasi

23 April 2026 - 12:57 WIT

Bangga Kencana: Generasi Emas 2045 Papua Dimulai dari Keluarga

14 April 2026 - 13:52 WIT

Kabar Baik dari Dana Otsus Papua

14 April 2026 - 10:57 WIT

DPR Papua Ingatkan Pembahasan RPJMD 2025-2029 Berpihak pada Kepentingan Masyarakat

27 March 2026 - 23:53 WIT

Trending di KABAR PAPUA