Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 2 Jun 2026 17:59 WIT

Freeport Dukung Keberlanjutan Ekosistem Pesisir Mimika


					Vice President Environmental PTFI Gesang Setyadi (kiri, bertopi) melakukan pelepasan simbolis 10.000 ikan baramundi di Muara Tipuka, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika papua Tengah pada Kamis, 28 Mei 2026. (Foto dok: PTFI) Perbesar

Vice President Environmental PTFI Gesang Setyadi (kiri, bertopi) melakukan pelepasan simbolis 10.000 ikan baramundi di Muara Tipuka, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika papua Tengah pada Kamis, 28 Mei 2026. (Foto dok: PTFI)

KABARPAPUA.CO, Mimika – Guna menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat di pesisir Selatan Mimika, PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan (restocking)10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di pesisir Mimika.

Menurut Vice President Environmental PTFI Gesang Setyadi, program restocking merupakan upaya menjaga keberlanjutan populasi ikan baramundi dan kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta menjadi sumber mata pencaharian penting bagi nelayan dan masyarakat Kamoro di Mimika.

Kegiatan ini, kata Gesang, merupakan tindak lanjut dari penelitian dan kerja sama PTFI dengan Universitas Papua (UNIPA) dalam survei perikanan yang menunjukkan meningkatnya kebutuhuan ikan dan kepiting.

Mewakili perwakilan Pemerintah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Clemens Ohoilulin melakukan pelepasan simbolis 1.000 bibit kepiting bakau. (Foto dok: PTFI)

“Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional,” kata Gesang saat melakukan pelepasan bibit ikan baramudi dan kepiting bakau di Muara Tipuka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis, 28 Mei 2026. 

Gesang menambahkan, selain menjaga keseimbangan populasi ikan dan kepiting, program ini adalah bagian dari pemenuhan kewajiban PTFI terhadap persetujuan teknis yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2023. 

“PTFI wajib melakukan upaya peningkatan jasa ekosistem mangrove di wilayah pesisir,” kata Gesang dalam siaran persnya ke media di Papua, Minggu, 31 Mei 2026.  

Bibit ikan baramundi dan kepiting bakau diangkut menggunakan perahu dan dilepaskan di perairan Muara Tipuka. (Foto dok: PTFI)

PTFI melibatkan sekitar 27 kontraktor lokal dari lima kampung pesisir, yaitu Nayaro, Koprapoka, Nawaripi, Ayuka, dan Tipuka untuk membangun struktur muara untuk mengendapkan sedimen yang selanjutnya ditanami mangrove. 

“Hingga saat ini, PTFI telah melakukan penanaman mangrove di Muara Ajkwa seluas lebih dari 2.100 hektare,” jelas Gesang. 

Sebelumnya pada 2025 lalu, kata Gesang, PTFI juga telah melakukan pelepasan 10 ribu anakan ikan baramundi dan 500 indukan kepiting bakau di Muara Ajkwa. 

Bibit ikan baramundi didatangkan dari luar Papua dan untuk menambah populasi di perairan pesisir Mimika. (Foto dok: PTFI)

“Program tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir Papua Tengah,” kata Gesang. 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Clemens Ohoilulin mengapresiasi inisiatif PTFI dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir. 

“Kegiatan restocking ini memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan PTFI, termasuk rencana pengembangan program restocking untuk komoditas lain seperti ikan nila dan ikan mas,” jelas Clemens.

Pelaksanaan kegiatan restocking 10.000 ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau dilaksanakan PTFI bersama Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, mewakili Pemerintah. (Foto dok: PTFI)

Tentang PT Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia. 

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar. Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri. 

PTFI tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan   

12 May 2026 - 13:06 WIT

Rincian Lengkap Setoran Keuntungan Freeport untuk Wilayah Papua Tengah

9 May 2026 - 18:46 WIT

Sinergi Freeport-UNCEN Siapkan SDM Papua Berdaya Saing Global

8 May 2026 - 14:27 WIT

Antusiasme Tinggi, AI Ignition Buktikan Papua Tengah Siap Hadapi Transformasi Teknologi

4 May 2026 - 22:46 WIT

Dari Papua untuk Indonesia, PFA Kembali Jaring Talenta Muda Kelahiran 2013

4 May 2026 - 21:50 WIT

Freeport Grassroots Tournament 2026, Kembangkan Bakat Sepak Bola Usia Dini di Papua 

21 April 2026 - 21:55 WIT

Trending di KABAR FREEPORT