Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 19 Jun 2026 20:31 WIT

40 Mama-Mama Kamoro Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal


					SVP Sustainable Development PTFI Nathan Kum membuka pelatihan pengolahan makanan berbahan pangan lokal di Rumah Sagu Keuskupan Timika. (Foto dok: PTFI)
Perbesar

SVP Sustainable Development PTFI Nathan Kum membuka pelatihan pengolahan makanan berbahan pangan lokal di Rumah Sagu Keuskupan Timika. (Foto dok: PTFI)

KABARPAPUA.CO, Timika – Sebanyak 40 mama-mama (ibu-ibu) Kamoro dari delapan kampung pesisir Mimika mengikuti pelatihan pengolahan bahan pangan lokal. Kegiatan digelar di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika, Papua Tengah, 11-12 Juni 2026.

Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal yang diselenggarakan Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut, didukung PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Melalui kolaborasi ini, mama-mama Kamoro mendapat keterampilan dan pengetahuan baru, dan lebih percaya diri mengolah bahan pangan lokal bergizi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” ujar Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo saat pelatihan.

Para peserta melakukan pembuatan pisang molen sebagai salah satu bahan makanan bergizi dari bahan pisang yang mudah ditemukan di area pemukiman mereka. (Foto dok: PTFI)

Benyamin menjelaskan, pelatihan ini merupakan kelanjutan Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang dijalankan PTFI sejak 2017 di delapan kampung binaan, yakni Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita dan Ohotya.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, meningkatkan kualitas gizi keluarga, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas di wilayah pesisir Kabupaten Mimika,” jelas Benyamin.

Selama dua hari, kata Benyamin, mama-mama belajar tentang mengolah bahan pangan lokal bergizi dari bahan ikan, tambelo, singkong, ubi, kelapa dan pisang menjadi lemet, kerupuk ikan, kerupuk tambelo. “Selanjutnya peserta belajar mengolah berbagai produk olahan dari pisang seperti pisang molen, nagasari, dan bolu pisang,” katanya.

Salah satu pelatihan memanfaatkan bahan pangan dari tambelo yang diolah menjadi kerupuk yang memiliki kadar protein tinggi. (Foto dok: PTFI)

Salah satu peserta dari Kampung Otakwa, Erfina Aypapenaei (29) menyampaikan rasa syukur atas kesempatan pelatihan pengolahan yang digelar PTFI bersama Keuskupan Timika.

“Saya jadi tahu bahan-bahan makanan yang kita biasa dapatkan dengan mudah di kampung seperti pisang dan singkong bisa kita olah jadi makanan enak dan bergizi untuk suami dan anak dirumah,” ujar Erfina.

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI Nathan Kum mengatakan, pelatihan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong pemanfaatan dan pengembangan pangan local yang bernilai gizi dan ekonomi.

Para peserta berjumlah 40 orang, mengikuti pelatihan teori sebelum melakukan praktik mengolah bahan makanan berbahan pangan lokal bergizi. (Foto dok: PTFI)

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di rumah untuk anggota keluarga, kemudian membagikan masyarakat di kampung, serta mendorong semakin banyak warga yang memanfaatkan bahan pangan lokal secara kreatif dan produktif,” jelas Nathan saat membuka kegiatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam mengapresiasi kolaborasi PTFI, Keuskupan Timika, dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kapasitas perempuan lokal.

“Manfaatkan kesempatan baik ini untuk meningkatkan keterampilan mengolah pangan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Pelatihan seperti ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal,” terang Yohana.

Para peserta pelatihan mama-mama Kamoro usai mengikuti pelatihan dan menunjukan hasil produk yang mereka olah. (Foto dok: PTFI)

Tentang PT Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar. Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.

PTFI tengah mengembangkan sejumlah tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg. Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. ***(Advertorial)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Freeport Dukung Keberlanjutan Ekosistem Pesisir Mimika

2 June 2026 - 17:59 WIT

Delapan Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan   

12 May 2026 - 13:06 WIT

Rincian Lengkap Setoran Keuntungan Freeport untuk Wilayah Papua Tengah

9 May 2026 - 18:46 WIT

Sinergi Freeport-UNCEN Siapkan SDM Papua Berdaya Saing Global

8 May 2026 - 14:27 WIT

Antusiasme Tinggi, AI Ignition Buktikan Papua Tengah Siap Hadapi Transformasi Teknologi

4 May 2026 - 22:46 WIT

Dari Papua untuk Indonesia, PFA Kembali Jaring Talenta Muda Kelahiran 2013

4 May 2026 - 21:50 WIT

Trending di KABAR FREEPORT