Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 30 Jan 2024 11:24 WIT

ESG Membentuk Pilar Utama dalam Resilience And Sustainable Industry


					ESG Membentuk Pilar Utama dalam Resilience And Sustainable Industry Perbesar

KABARPAPUA.CO, Jakarta– Environment, Social and Governance (ESG) telah menjadi fokus utama pemerintah dalam mendukung keberlanjutan dan dampak positif dari kegiatan usaha. Sebagai seperangkat standar yang mencakup tiga kriteria utama, yaitu lingkungan, sosial, dan tata kelola, ESG menjadi penilaian krusial dalam mengukur dampak investasi pada suatu perusahaan.

Manfaat penerapan ESG bagi perusahaan sangat signifikan, termasuk mengurangi risiko, meningkatkan peluang dan pertumbuhan, meningkatkan ketahanan organisasi, produktivitas tenaga kerja, serta reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan. Hal ini dikarenakan regulator, investor, lender, dan konsumen di seluruh dunia saat ini semakin menyoroti pertimbangan ESG, di samping United Nation’s Sustainable Development Goals (UN SDGs.

Pada tanggal 11 Desember 2023 lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar acara Apresiasi Resilience And Sustainable Industry di Jakarta, di mana salah satu kategori yang menjadi sorotan adalah terkait ESG. Dalam menentukan pemenang, sebelum sesi penjurian oleh panel ahli, Kemenperin yang bekerja sama dengan Surveyor Indonesia melakukan penilaian dengan mengadopsi pengukuran dari lembaga rating ESG ternama, seperti Sustainalytics, CDP, S&P Global, Refiitiv, dan MSCI.

Nasdaq menjadi indikator penilaian utama dengan kriteria Environmental, Social, dan Governance yang mencakup data, kinerja yang dapat diukur, dapat dikelola, dapat ditindaklanjuti, dan dapat dilaporkan. Kriteria-kriteria ini mencakup berbagai aspek, termasuk penggunaan energi, penggunaan air, intensitas emisi, tingkat cedera, rasio pembayaran gender, rasio pekerja sementara, privasi data, jaminan eksternal, pelaporan ESG, dan masih banyak lagi.

“Pelaku usaha industri, baik di dalam maupun di luar kawasan industri, terus memperhatikan dan mengembangkan ESG. Dengan demikian, nilai ESG pelaku usaha industri di Indonesia dapat terus meningkat, mempercepat ketahanan dan iklim usaha dalam negeri, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di tingkat global,” ucap Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto, di Jakarta, 30 Desember 2023.

Kemenperin berkomitmen untuk terus mendorong penerapan ESG sebagai bagian integral dari aktivitas industri di Indonesia. “Penguatan nilai ESG diharapkan akan menjadi pilar utama dalam memperkuat daya saing industri nasional, menciptakan lingkungan bisnis yang berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Eko.  *** (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sinergi PLN dan Pemkab Waropen: Akselerasi Listrik Andal untuk Daerah 3T

27 June 2026 - 20:09 WIT

Jaga Keandalan Listrik, Tim Elit PDKB PLN Berhasil Selamatkan Jutaan kWh di Papua

26 June 2026 - 16:17 WIT

Maknai HUT ke-17, PLN IP UBP Holtekamp Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

26 June 2026 - 11:09 WIT

Momen Hangat Tahun Baru Islam, PLN IP UBP Holtekamp Salurkan Santunan di Ponpes Al Masthury YAPNI

26 June 2026 - 10:27 WIT

Sirante Banne Ringgi, Srikandi PLN di Balik Sukses Nyala Terang Pembukaan Pesparawi Nasional di Manokwari

25 June 2026 - 21:30 WIT

Cukup 1 Menit, PLN Ajak Masyarakat Papua Nilai Layanan Kelistrikan di Polling Danantara CX100

24 June 2026 - 12:04 WIT

Trending di BISNIS