KABARPAPUA.CO, Asmat– Yohanes, seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Ewer, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan pada Rabu pagi 18 Februari 2026.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa sore 17 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIT, saat korban sedang asyik bermain bersama teman-temannya di tepian Sungai Ewer. Namun naas, balita tersebut terjatuh ke sungai dan langsung terseret arus yang cukup kuat.
Pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri sesaat setelah kejadian, namun hingga malam tiba, keberadaan Yohanes tak kunjung membuahkan hasil. Laporan resmi kemudian diteruskan oleh Syarif (Anggota Tagana) ke petugas jaga Pos Pencarian dan Pertolongan Asmat pada Rabu pagi.
Gerak Cepat Tim SAR
Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna melalui Koordinator Pos SAR Asmat, Wagianto, langsung mengerahkan kekuatan penuh.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Asmat, personel TNI AL, Pol Airud dan keluarga korban.
Pencarian dilakukan menggunakan armada laut berupa RIB 85 PK Basarnas dan RIB 250 TNI AL. Tim menyisir area sungai dengan harapan menemukan korban secepat mungkin.
Setelah pencarian intensif selama beberapa jam, titik terang akhirnya muncul. Pada pukul 08.25 WIT, jasad korban ditemukan oleh pihak keluarga yang turut serta dalam operasi pencarian. Isak tangis pecah saat tubuh mungil Yohanes dievakuasi dari air.
Korban segera dibawa ke RSUD Kabupaten Asmat oleh Tim SAR Gabungan untuk proses penanganan medis lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Sungai Ewer resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras menemukan korban. Dengan ditemukannya korban, potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” katanya. *** (rilis)


















