Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 6 May 2026 23:27 WIT

AMSI Papua Apresiasi Peringatan WPFD 2026 di Kota Jayapura


					Ketua Komite Publisher Rights Suprapto Sastro Atmojo bersama Wagub Papua Aryoko Rumaropen saat pembukaan WPFD 2026 di Kota Jayapura. (Dok: Panitia WPFD 2026) Perbesar

Ketua Komite Publisher Rights Suprapto Sastro Atmojo bersama Wagub Papua Aryoko Rumaropen saat pembukaan WPFD 2026 di Kota Jayapura. (Dok: Panitia WPFD 2026)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Papua memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan World Press Freedom Day (WPFD) 2026 yang dipusatkan di tanah Papua.

Momentum ini dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan ekosistem media digital dan perlindungan kemerdekaan pers di wilayah Timur Indonesia.

Sekretaris AMSI Papua, Irsul Panca Aditra menyatakan, pemilihan Kota Jayapura, Provinsi Papua sebagai lokasi peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini merupakan langkah strategis untuk menyoroti tantangan sekaligus potensi jurnalisme di daerah.

“Kami menyambut baik perayaan WPFD 2026 ini. Ini bukan sekadar seremoni, tapi menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa jurnalisme di Papua terus bertumbuh di tengah tantangan geografis dan dinamika sosial yang unik,” kata Irsul, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurut Irsul, AMSI Papua melihat kegiatan ini sebagai peluang bagi pengelola media siber lokal untuk meningkatkan standar profesionalisme.

Ia menekankan tiga poin utama yang menjadi perhatian AMSI dalam momentum WPFD tahun ini. 

Pertama, menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi di Papua agar tetap kritis dan objektif.

Kedua, mendorong perlindungan hukum dan fisik bagi jurnalis yang bertugas di lapangan, terutama di wilayah konflik.

Ketiga, memperkuat peran media siber dalam memerangi hoaks yang seringkali memicu polarisasi di masyarakat.

Peringatan WPFD 2026 di Papua yang berlangsung selama dua hari Senin – Selasa (4-5 Mei 2026) juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi profesi, akademisi, hingga lembaga pemerintahan. 

Irsul berharap diskusi-diskusi yang lahir dari kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung keberlanjutan bisnis media lokal yang sehat secara ekonomi dan kuat secara konten.

“Dunia internasional kini menilik Papua. Kami di AMSI berkomitmen untuk memastikan media-media siber di sini tidak hanya cepat dalam menyajikan informasi, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab,” tambah Irsul.

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Papua merupakan organisasi yang menghimpun perusahaan media digital di Tanah Papua dengan visi membangun ekosistem media yang profesional, kredibel, dan berdaya saing secara bisnis di era transformasi digital. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

“Doom Tra Kosong” Bikin Milenial Sorong Jago Speaking

6 May 2026 - 10:27 WIT

Lahir di WPFD 2026, Deklarasi Jayapura Jadi Tonggak Pers Berkualitas dari Timur Indonesia

5 May 2026 - 22:30 WIT

Jubir Gubernur Papua Apresiasi Terbentuknya Forum Pemred Papua

4 May 2026 - 10:10 WIT

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Komnas Perempuan: Jurnalis Perempuan Hadapi Risiko Berlapis

4 May 2026 - 05:01 WIT

Momentum WPFD 2026, AJI Indonesia: Hentikan Praktik Sensor dan Swasensor pada Jurnalis dan Media

3 May 2026 - 15:55 WIT

Komite Publisher Rights dan Komunitas Pers Peringati WPFD 2026 di Papua

3 May 2026 - 14:54 WIT

Trending di RAGAM