KABARPAPUA.CO, Serui – Anggota DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik, melakukan pengawasan pelaksanaan program Otonomi Khusus (Otsus) sekaligus hearing dan menyerap aspirasi masyarakat Kampung Roswari, Artanen, Distrik Yapen Utara, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Rian Hendrik menyampaikan, kedatangannya merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang disampaikan warga.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Rian mengatakan, pendamping program BSPS telah hadir di tengah masyarakat untuk melakukan pendampingan dan proses tindak lanjut program.
Menurutnya, program tersebut merupakan aspirasi yang diperjuangkan melalui Partai NasDem sekaligus DPR RI, termasuk melalui Robert Rouw dan Tonny Tesar, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kepada masyarakat.
“Kuota BSPS ini terbatas. Ini juga merupakan bagian dari perjuangan dan bentuk balas budi saya kepada masyarakat yang telah memilih saya sehingga saya bisa duduk di kursi DPR,” kata Rian.
Selain program perumahan, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di kampung, mulai dari fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD), sarana pendidikan keagamaan, akses jalan hingga ketersediaan air bersih.

Salah seorang warga Kampung Roswari, Herman Kaisiri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Rian Hendrik. Ia berharap kehadiran wakil rakyat tersebut dapat membawa perubahan terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Selama DPR berganti, tidak ada yang datang. Kami bersyukur Bapak sudah datang kembali ke kampung kami, sebelumnya saat terpilih dan setelah terpilih, apa yang disampaikan mulai terjawab kepada kami masyarakat,” ujar Herman.
Warga juga menyampaikan kendala terkait bangunan Balai Desa yang saat ini difungsikan sebagai tempat kegiatan PAUD Manaji. Tenaga pengajar PAUD berharap pemerintah dapat menyediakan gedung khusus agar kegiatan belajar mengajar anak-anak dapat berlangsung lebih layak.
Menanggapi hal tersebut, Rian mengatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada dinas terkait untuk ditindaklanjuti. “Saya akan usahakan. Semoga dinas terkait bisa menindaklanjutinya. Nanti kami sampaikan lagi,” katanya.
Rian juga meninjau bangunan Rumah Sekolah Minggu yang baru dibangun. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat fasilitas pendukung seperti meja dan kursi bagi anak-anak masih belum tersedia.
Selain fasilitas pendidikan, masyarakat juga mengeluhkan kondisi akses jalan menuju Kampung Roswari yang masih membutuhkan perhatian pemerintah, khususnya pengaspalan pembersihan bahan . Akses menuju kampung tersebut dinilai cukup sulit karena harus melewati beberapa ruas jalan sebelum sampai ke lokasi.
Persoalan lain yang disampaikan warga adalah keterbatasan akses air bersih. Kondisi pipa air serta debit air yang masih kurang menjadi kendala bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rian mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan dibawa dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi agar dapat ditindaklanjuti.
“Untuk persoalan air bersih, akan saya buat dan usulkan ke kabupaten atau nantinya ke provinsi. Harapannya segera terjawab sehingga seluruh kampung bisa mendapatkan akses air bersih dengan lebih mudah,” ujar Rian. ***(Ainun Faathirjal)




















