Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

POLITIK · 18 Jun 2026 22:52 WIT

Analisis Pakar Politik: Soal Reformasi Jilid II


					Pakar politik sekaligus direktur eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign Nasarudin Sili Luli. Foto: ist Perbesar

Pakar politik sekaligus direktur eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign Nasarudin Sili Luli. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Reformasi Jilid II kembali memasuki ruang publik Indonesia pada awal Juni 2026. Istilah yang selama ini lebih banyak hidup dalam percakapan media sosial tiba-tiba memperoleh bentuk yang lebih konkret melalui aksi-aksi mahasiswa yang digerakkan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) .

Menurut pakar politik sekaligus Direktur Eksekutif NSL Political Consultant and Strategic Campaign Nasarudin Sili Luli, gerakan tersebut apakah betul-betul menyerupai gerakan reformasi 98 seperti yang digaungkan oleh banyak aktivis dengan tagline gerakan reformasi jilid II yang saat ini tengah berlangsung di sejumlah daerah.

Sebab kata Nasarudin, untuk menciptakan sebuah agenda revolusi hanya membutuhkan kelompok elit politik tier I “berkonflik” dengan rezim dan buat masyarakat dan mahasiswa tidak percaya rezim. “Jadi pemicu yang paling ampuh adalah krisis ekonomi dan krisis politik terjadi secara bersamaan,” katanya dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Nasarudin, kunci stabilitas politik nasional berada dikelompok elit politik di tier I (pertama) karena merekalah yang mempunyai perangkat untuk mengkondisikan iklim politik.

Nasarudin juga menambahkan, keunggulan Prabowo saat ini adalah ia akrab dengan presiden -presiden sebelumnya dan mempunyai Koalisi yang sangat kuat di parlemen.

“Selagi ibu Megawati, SBY, Jokowi dan Prabowo masih bisa berkomunikasi intens dan bisa berdiskusi bersamaan dalam satu meja, maka agenda reformasi jilid II sulit terwujud,” terang Nasarudin.

Berikutnya, kata Nasarudin, banyak permasalahan krusial kebangsaan saat ini dapat diselesaikan lewat meja politik tier II yaitu ketua -ketua partai politik dan ini akan memperkecil terjadinya reformasi jilid II untuk diwujudkan.

Menurut Nasarudin, faktor krusial terjadinya reformasi 98 juga adalah terjadinya konflik tokoh-tokoh kunci elit nasional dengan Soeharto.

Sedangkan dalam agenda reformasi jilid II saat ini, kata Nasarudin, kondisi elit politik baik-baik saja tanpa adanya kepentingan yang tidak bisa diselesaikan oleh Presiden Parbowo, kondisi ini memperkecil peluang reformasi jilid II untuk bisa diwujudkan.

Menurut Nasarudin, berbeda dengan agenda reformasi 98 yang menjadi ikon mahasiswa saat itu, ada Fadli Zon, Adian Natipulu, Budiman Sudjatmiko, Fahri Hamzah dan lain-lain.

“Agenda reformasi jilid II tidak punya ikon gerakan mahasiswa yang bisa menjadi simbol perlawanan terhadap rezim. Dampaknya, gerakan mahasiswa yang terjadi di agenda reformasi jilid II tidak terlalu masif dan tidak terlalu berskala besar,” ujarnya.

Tragedi penembakan mahasiswa Trisakti oleh aparat yang terjadi pada 12 Mei 1998 yang menyebabkan 4 orang mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lain luka-luka.

Sebetulnya, kata Nasarudin, paska reformasi 98 ada sebuah momentum titik balik revolusi yaitu, tragedi Agustus 2025 hampir terjadu reformasi, paska meninggalnya Affan Kurniawan dilindas aparat terjadi sebuah kerusuhan hebat yang mengarah kepada penggulingan rezim.

“Kerusuhan, penjarahan pembakaran di mana-mana namun pemerintah bisa mengatasinya dengan bijaksana. Jadi sekali lagi ide gerakan tentang reformasi jilid II sulit untuk dapat diwujudkan,” jelas Nasarudin. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jaga Hak Pilih 2029, Bawaslu Mamberamo Raya Minta KPU Aktif Koordinasi ke Disdukcapil

15 June 2026 - 14:43 WIT

Bawaslu Mamberamo Raya Minta Semua Parpol Tertib Administrasi

8 June 2026 - 12:18 WIT

Purnawirawan TNI-Polri di Papua Siap Kawal Kemakmuran Rakyat

2 June 2026 - 22:48 WIT

Bahlil Lahadalia Bertekad Maju Caleg Lewat Dapil Papua di Pemilu 2029

25 April 2026 - 19:05 WIT

Nancy Raweyai Pertanyakan Substansi Kunjungan Wapres RI di Papua Tengah

23 April 2026 - 11:22 WIT

Mengenal Tabura, Cara Bawaslu Papua Kawal Suara Rakyat Lewat Literasi

10 April 2026 - 17:04 WIT

Trending di POLITIK