KABARPAPUA.CO, Sentani– Sebanyak 1.200 peserta yang terdiri dari pelajar, prajurit TNI-Polri, tim Basarnas hingga masyarakat adat memadati kawasan Rindam XVII/Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, Senin 10 Agustus 2026.
Mereka bergotong-royong mengarak dan membentangkan sang saka Merah Putih berukuran 120 x 80 meter. Aksi spektakuler yang diinisiasi oleh Koops TNI Habema resmi menyabet rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera terbesar yang pernah dibentangkan.
Lautan Merah Putih
Suasana semarak sudah terasa sejak pukul 06.00 WIT. Mengawali aksi heroik ini, para peserta melakukan long march sejauh 3 kilometer sambil mengibarkan bendera kecil di sepanjang jalan kawasan Rindam, menuju puncak titik pembentangan di lokasi venue paralayang.
Tepat pukul 09.00 WIT, momen mendebarkan terjadi. Bendera raksasa perlahan dibuka dan membentang gagah menutupi hijau lereng bukit Rindam, disambut sorak-sorai riuh seluruh peserta.
Rombongan Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga pada kegiatan pembentangan Merah Putih di Bukit Jayapura. Foto: Koops TNI Habema
“Dari ufuk timur, kita menyambut kemerdekaan Republik Indonesia bersama-sama dengan rakyat menuju Papua Damai dan mewujudkan Indonesia Maju,” ujar Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga.
Kehadiran Pangkoops TNI Habema didampingi oleh Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P. dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Brigjen TNI Zamril Philiang bersama unsur TNI/Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, pelajar, dan masyarakat.
Tari Yospan yang dibawakan Sanggar Tari SMKS YPKP Sentani binaan Satgas Teritorial menyambut kedatangan rombongan. Tarian khas Papua menjadi simbol keharmonisan antara budaya, generasi muda, dan seluruh elemen bangsa yang berdiri bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan semangat yang sama, Pangkoops TNI Habema secara resmi melepas Kirab Merah Putih yang diiringi Grup Drumband SMKS YPKP Sentani. Rombongan bergerak menyusuri jalur kirab sepanjang kurang lebih satu kilometer, membawa pesan bahwa kecintaan terhadap bangsa tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di medan tugas, tetapi juga melalui langkah nyata seluruh masyarakat dalam menjaga persatuan.
Pemandangan unik terlihat di antara barisan peserta. Ratusan anak-anak Sekolah Dasar (SD) tampak antusias bahu-membahu menopang bendera raksasa tersebut bersama para prajurit.
Rombongan pembawa Merah Putih berukuran 120 x 80 meter yang akan dibentangkan di Buklit Jayapura. Foto: Koops TNI Habema
Mayjen Yudha menegaskan, pelibatan generasi muda Papua ini sengaja dilakukan untuk menanamkan rasa bangga dan wawasan kebangsaan sejak dini.
“Kami melibatkan anak-anak SD agar mereka paham bahwa kita berasal dari tanah air dan bangsa yang sama, bangsa yang sudah merdeka,” katanya.
Suksesnya gelaran akbar ini tak lepas dari peran dan restu tokoh adat setempat. Secara khusus, Pangkoops TNI Habema menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam kepada masyarakat adat serta Ondofolo yang telah membuka ruang bagi terselenggaranya perayaan bersejarah ini.
Ia menekankan rekor MURI bukan sekadar ajang seremonial belaka, melainkan simbol persatuan dan komitmen nyata untuk membangun Papua yang damai, sejahtera, dan makin maju. *** (Rls)