KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Pelayanan kelistrikan di wilayah Papua terus menunjukkan peningkatan yang baik hingga pertengahan tahun ini.
Capaian itu diperoleh dari keberhasilan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat menurunkan frekuensi gangguan per pelanggan hingga 43 persen dan durasi gangguan per pelanggan hingga 12 persen pada periode yang sama.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menjelaskan, capaian positif ini merupakan buah dari konsistensi seluruh lini dalam menjalankan transformasi proses bisnis, percepatan penanganan di lapangan, serta optimalisasi pemeliharaan preventif pada jaringan distribusi.
“Saat ini, fokus PLN adalah memastikan seluruh warga bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa khawatir listrik sering padam,” jelas Roberth dalam pernyataan tertulisnya yang dikirim ke media di Papua, Senin, 29 Juni 2026.

“Kami sangat memahami bahwa kebutuhan warga terhadap pasokan listrik yang stabil semakin meningkat setiap harinya. Oleh karena itu, kami terus mengubah cara kerja kami agar petugas bisa datang lebih cepat dan listrik segera menyala kembali,” jelas Roberth menambahkan.
Roberth merinci, peningkatan kualitas layanan ini terbukti dari System Average Interruption Duration Index (SAIDI) atau rata-rata durasi pemadaman listrik yang kini berhasil ditekan menjadi 102,37 menit per pelanggan.
“Angka tersebut turun drastis sebesar 12 persen dibandingkan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 116,34 menit, sekaligus sukses melampaui target keandalan perusahaan yaitu 122,4 menit per pelanggan,” ujar Roberth.

Pada saat bersamaan, kata Roberth, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) atau rata-rata frekuensi gangguan listrik sukses ditekan hingga 0,99 kali per pelanggan pada periode Mei 2026 dari target perseroan sebesar 1,76 kali per pelanggan.
“Perusahaan berhasil memangkas intensitas gangguan sebesar 43,10 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei tahun lalu yang mencapai 1,74 kali per pelanggan,” kata Roberth.
Menurut Roberth, keberhasilan optimalisasi ini tidak lepas dari implementasi digitalisasi sistem kelistrikan dari hulu ke hilir serta integrasi respons cepat petugas di lapangan yang didukung penuh oleh inovasi aplikasi PLN Mobile.
“Melalui aplikasi tersebut, setiap laporan kendala dari masyarakat dapat langsung terdeteksi secara real time, sehingga penanganan gangguan menjadi jauh lebih cepat dan transparan,” katanya. ***(Advertorial)


















