KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – PT PLN (Persero) terus tingkatkan keandalan dan kualitas kelistrikan bagi seluruh pelanggannya. Maka lewat aksi pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat berhasil selamatkan energi sebesar 2.731.270 kWh hingga Mei 2026 dari 1.071 titik pemeliharaan.
Melalui pernyataan tertulisnya pada Kamis, 25 Juni 2026, General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengapresiasi tingginya dedikasi personel yang konsisten bekerja sesuai prosedur.
“Berkat kerja keras pasukan ini (PDKB), masyarakat tetap dapat menikmati aliran listrik secara normal meski proses pemeliharaan atau perbaikan infrastruktur sedang berlangsung,” kata Roberth lewat siaran persnya yang dikirim ke media pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Roberth, PDKB PLN menjadi salah satu jawaban perusahaan untuk terus berusaha menjaga keandalan kelistrikan di daerah. “Kehadiran tim ini turut mengefisienkan operasional dengan menjaga pasokan energi agar senantiasa tersalurkan kepada pelanggan,” ujarnya.

Roberth juga mengatakan, meski aktivitas operasionalnya jarang tersorot masyarakat luas, pasukan elite ini senantiasa bertugas dengan tingkat profesionalisme yang sangat tinggi. “Semua tindakan perbaikan wajib dieksekusi dengan tingkat ketelitian ekstra agar segala bentuk insiden kecelakaan kerja dapat dicegah sejak dini,” terangnya.
Metode pemeliharaan tanpa pemadaman ini, kata Roberth, merupakan langkah strategis yang terbukti menciptakan efisiensi bernilai masif bagi internal PLN.
“Implementasi langkah preventif tersebut sukses memberikan keuntungan ganda dengan mengamankan anggaran perusahaan hingga kurang lebih mencapai Rp3,67 miliar,” kata Roberth.

Guna mendukung kelancaran operasional lapangan, PLN kini telah menyiagakan tiga tim khusus PDKB pada beberapa unit pelaksana.
Menurut Roberth, Ketiga pasukan tersebut meliputi PDKB Cenderawasih di UP3 Jayapura dengan 13 personel, PDKB Kasuari di UP3 Sorong dengan 11 personel, serta PDKB Karaka di UP3 Timika dengan 8 personel.
“Seluruh anggota tim dituntut bekerja sangat cermat karena harus bersentuhan langsung dengan perbaikan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV,” papar Roberth.
Oleh karena itu, kata Roberth, penerapan standar operasional prosedur yang ketat menjadi syarat mutlak demi merealisasikan prinsip nihil kecelakaan atau zero accident sebagai bentuk mitigasi final di lapangan. ***(Siaran Pers)


















