KABARPAPUA.CO, Serui– Dokter spesialis yang bertugas di RSUD Serui mendatangi kantor DPRK Kepulauan Yapen pada Jumat 8 Mei 2026, untuk menyampaikan aspirasi terkait belum diterimanya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPB) hingga saat ini.
Aspirasi para dokter diterima oleh Wakil Ketua II DPRK Kepulauan Yapen, Djorge Diamon Logianto, Wakil Ketua Komisi C, Rian Hendrik, serta Anggota DPRK, Yusuf Ronal Worabai.
Perwakilan Dokter, dr. Anton G. Fonataba, Sp.FM menyampaikan hingga kini TPB dokter spesialis belum diakomodir dalam SK Bupati. “Kami belum terima sama sekali alias nol rupiah. Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pimpinan daerah maupun pihak rumah sakit, namun faktanya TPB masih nol rupiah dan ini sangat meresahkan teman-teman tenaga kesehatan,” katanya.
Menurutnya, karena belum adanya kejelasan terkait TPB, para dokter dan tenaga kesehatan akhirnya mendatangi DPRK untuk meminta dukungan serta perhatian dari wakil rakyat.
Selain persoalan TPB, dr. Anton juga menyinggung pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia menilai pengelolaan JKN merupakan kewenangan pihak rumah sakit, namun diharapkan dapat berjalan lebih baik agar pembayaran jasa pelayanan kesehatan dapat dilakukan tepat waktu.
“Kami berharap pimpinan daerah dapat mengakomodir dengan baik, sehingga pengelolaan JKN berjalan maksimal dan hak-hak dapat dibayarkan sesuai target waktu,” katanya.
Para dokter menyebutkan keberadaan dokter spesialis memiliki peran penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Serui. Dengan tersedianya dokter spesialis yang lengkap, sejumlah kasus yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah kini dapat ditangani di RSUD Serui.
Sebagai putra daerah, dr. Anton berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan penghargaan yang layak kepada tenaga medis agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Yapen terus meningkat.
“Harapan kami, kerinduan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang baik dapat diperhatikan pemerintah melalui reward dan perhatian yang baik kepada dokter spesialis, sehingga dokter bisa betah bertugas di daerah,” katanya. *** (Ainun Faathirjal)


















