KABARPAPUA.CO, Serui– Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Yapen menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penerimaan murid baru tahun ajaran 2026-2027.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen, Chisson Haris Marani menjelaskan keterlibatan KPK untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas data SPMB, yang setiap tahunnya harus dilaporkan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Disdikpora setempat juga melakukan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 dan penerapan E-Ijazah, di Aula SMAN 1 Serui, pada 28 April 2026 dengan tema “Semua Sekolah Sama, Tempat Terbaik untuk Tumbuh dan Berprestasi”
Pelaksanaan SPMB 2026-2027 mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terdapat 4 jalur utama dalam SPMB yang harus diperhatikan, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, yang masing-masing memiliki kuota tersendiri.
Ia menyoroti kecenderungan beberapa tahun terakhir, di mana lulusan SMP lebih memilih sekolah tertentu yang dianggap favorit. Padahal, tujuan SPMB adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas di semua sekolah.
Di Kabupaten Kepulauan Yapen sendiri terdapat 17 sekolah tingkat SMA dan SMK, namun minat siswa masih terpusat pada sekolah tertentu. Hal ini berpotensi menimbulkan ketimpangan, bahkan dapat berdampak pada keberlangsungan sekolah yang kekurangan siswa.
“Jangan sampai ada sekolah yang tidak mendapatkan siswa. Ini bisa berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan penutupan sekolah,” tegasnya.
Ia menekankan agar seluruh kepala sekolah mematuhi regulasi dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku, termasuk tidak membuka penambahan kuota atau rombongan belajar (rombel) di luar ketentuan.
Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah dan operator SMA/SMK negeri di Distrik Yapen Selatan dan Anotaurei, sementara distrik lainnya akan menyesuaikan pelaksanaan.
Chisson menegaskan bahwa keberhasilan SPMB merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, dinas pendidikan, sekolah, serta orang tua. Ia juga mengimbau para orang tua agar segera mendaftarkan anak-anaknya sesuai jadwal yang ditetapkan guna menghindari keterlambatan akibat kuota yang telah terpenuhi. *** (Ainun Faathirjal)


















