KABARPAPUA.CO,Serui – Keterbatasan fasilitas belajar masih menjadi tantangan di SD Negeri Waindu, Distrik Waindu, Kabupaten Kepulauan Yapen. Kekurangan meja, kursi, hingga akses internet menghambat proses belajar mengajar, bahkan memaksa sejumlah kelas digabung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri Waindu, Lekius Yoas Burumi menjelaskan fasilitas belajar siswa dan penunjang aktivitas pendidikan sangat dibutuhkan. “Kami kekurangan meja dan kursi yang layak digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa kelas harus digabung dalam satu ruangan. karena tak ada meja dan kursi. Saat ini kelas 1 dan 2 digabung, begitu juga kelas 3 dan 4, karena keterbatasan meja dan kursi,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Sekolah juga hanya memiliki 6 ruang kelas yang digunakan untuk 46 orang siswa. Saat ini, sekolah juga belum memiliki ruang kantor yang memadai. Dari 7 orang tenaga pengajar yang terdiri dari dua pegawai negeri sipil (PNS) dan 5 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dengan total siswa sebanyak 46 orang.
Kendala lain yang dihadapi adalah kondisi rumah dinas guru yang membutuhkan perbaikan. Bahkan, Lekius mengaku hingga saat ini masih menumpang di rumah warga setempat.
“Kami juga membutuhkan perbaikan rumah guru agar tenaga pendidik merasa nyaman. Saya sendiri masih menumpang di rumah masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, keterbatasan akses jaringan internet turut menjadi hambatan, terutama dalam pelaporan administrasi sekolah. Burumi yang juga merangkap sebagai operator sekolah mengaku kesulitan mengakses jaringan.
“Kami sangat membutuhkan bantuan Starlink. Jika menggunakan data seluler, jaringan sering lambat bahkan tidak tersedia. Kadang saya harus ke Dawai atau ke kota untuk mengirim laporan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, dalam dua minggu terakhir, sekolah mengalami kesulitan akibat tidak adanya aliran listrik yang stabil, sehingga berdampak pada akses jaringan dan aktivitas belajar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen, Marinus Manufandu menyatakan pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan secara bertahap.
“Pemerintah sementara berupaya memenuhi kebutuhan seperti mebelair dan sarana prasarana lainnya. Namun yang terpenting adalah sikap dan pengabdian dalam memanfaatkan apa yang ada saat ini demi kepentingan pembelajaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemenuhan fasilitas pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah dan diharapkan dapat terealisasi secara bertahap. “Kami percaya, cepat atau lambat kebutuhan tersebut akan terpenuhi,” tutupnya. *** (Ainun Faathirjal)


















