KABARPAPUA.CO, Serui– Masyarakat Kampung Barawai, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen mendesak pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Yapen membuka akses jalan darat dan menghadirkan penerangan listrik.
Salah satu warga Barawai, Menaser Yantori menyampaikan hingga saat ini jalur darat dari Kampung Andei menuju Barawai belum tembus. Kondisi tersebut menyebabkan keterisolasian wilayah dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar, termasuk listrik.
“Kalau jalan darat sudah tembus, kami juga bisa menikmati listrik. Saat ini penerangan hanya sampai di Kampung Andei, sementara Barawai belum,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Masyarakat Barawai memiliki hak yang sama sebagai bagian dari Distrik Raimbawi dan berharap pemerintah tidak mengabaikan kebutuhan mereka. Menurutnya, pembangunan akses jalan darat sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer telah diusulkan sejak dua tahun terakhir, namun hingga kini belum mendapat realisasi maupun kepastian dari pemerintah daerah.
Menaser juga menyoroti pentingnya akses darat dibandingkan tambatan perahu. Hal ini berkaca pada peristiwa kecelakaan laut pada 24 Desember 2025 yang menelan 21 korban jiwa.
“Kami tidak lagi menginginkan tambatan perahu. Kejadian laka laut kemarin itu menjadi pelajaran bagi kami bahwa akses darat sangat pentin g,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat lebih jeli melihat kebutuhan mendasar warga, khususnya pembangunan jalan dan penyediaan listrik, demi menunjang aktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Barawai. “Kami tetap menunggu realisasi dan tanggapan serius dari pemerintah daerah,” tutupnya. *** (Ainun Faathirjal)


















