Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 20 Apr 2026 19:17 WIT

Kala Rempah Masakan Bugis, Makassar Berpadu dengan Panganan Lokal Papua


					Lomba kuliner khas Bugis pada momen HUT ke-29 Himpunan Keluarga Maros (HIKMAS) Kabupaten Kepulauan Yapen . Foto: Ainun Faathirjal/kabarpapua.co Perbesar

Lomba kuliner khas Bugis pada momen HUT ke-29 Himpunan Keluarga Maros (HIKMAS) Kabupaten Kepulauan Yapen . Foto: Ainun Faathirjal/kabarpapua.co

KABARPAPUA.CO, Serui– Himpunan Keluarga Maros (HIKMAS) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar lomba cipta menu khas Bugis, Makassar, dan Papua sebagai puncak perayaan HUT ke-29 yang berlangsung di halaman Kantor Disperindag Kepulauan Yapen, Minggu 19 April 2026.

Sebanyak 34 peserta unjuk kebolehan menyajikan hidangan autentik. Aroma rempah khas Sulawesi Selatan berpadu dengan segarnya olahan pangan lokal Papua, menciptakan suasana festival kuliner yang memanjakan lidah.

Berbagai menu andalan seperti Coto, Konro, Songkolo, dan Kambu Paria bersanding apik dengan kuliner khas Bumi Cenderawasih seperti Papeda, Ikan Kuah Kuning, hingga Keladi Tumbuk.

Ketua HIKMAS Kabupaten Kepulauan Yapen, Alwi Massemenyampaikan, rasa bangganya atas antusiasme warga. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wadah kreativitas sekaligus sarana melestarikan warisan leluhur.

Lomba kuliner khas Bugis pada momen HUT ke-29 Himpunan Keluarga Maros (HIKMAS) Kabupaten Kepulauan Yapen . Foto: Ainun Faathirjal/kabarpapua.co

“Melalui kegiatan ini, warga HIKMAS dapat berkreasi mengolah makanan khas dengan cita rasa masing-masing daerah. Setiap daerah memiliki kekhasan kulinernya sendiri,” ujar Alwi Masse.

Tim juri yang terdiri dari Mustika dan Delly Ruamba melakukan penilaian ketat. Mustika menjelaskan makanan Bugis-Makassar dikenal dengan karakteristik rasa manis pada kudapannya, sementara olahan Papua menonjolkan kreativitas bahan dasar sagu dan keladi.

Adapun aspek yang menjadi indikator pemenang meliputi kreativitas penyajian, cita ras autentik, kandungan gizi seimbang, plating dan keamanan konsumsi

“Kami sangat mengapresiasi para peserta yang telah menampilkan olahan terbaik dengan kreativitas tinggi,” tambah Delly Ruamba.

Simbol Silaturahmi dan Kedamaian

Sisi menarik muncul dari salah satu peserta bernama Faonia. Meski bukan asli suku Bugis, ia sukses menyajikan Ikan Cakalang Pallu Marra dan Onde-onde berkat belajar dari literasi digital dan media sosial demi menghormati budaya sang suami.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi ajang mempererat silaturahmi. Saya banyak belajar resep secara mandiri melalui internet untuk menyajikan yang terbaik,” ungkap Faonia.

Melalui perayaan HUT ke-29 ini, HIKMAS berharap semangat kekeluargaan ini terus terjaga, sekaligus memperkokoh posisi Kepulauan Yapen sebagai daerah yang damai dan menghargai keberagaman budaya. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Aku Sembuh Tanpa Diskriminasi 

31 July 2026 - 22:23 WIT

Saat Tubuh Memberi Sinyal, Pentingnya Memahami Kesehatan Pria

30 July 2026 - 17:04 WIT

Percepat Transformasi Kawasan Transmigrasi di Papua, UNDIP Terjunkan 20 Tim Ekspedisi Patriot 2026

30 July 2026 - 11:57 WIT

Momen Hari Anak Nasional, PLN IP UBP Holtekamp Wujudkan Imajinasi Lewat Warna

29 July 2026 - 17:31 WIT

Pemkab Kepulauan Yapen Resmi Canangkan Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI

27 July 2026 - 19:54 WIT

Abdullah Nakhodai KKSS Kepulauan Yapen

27 July 2026 - 16:42 WIT

Trending di RAGAM