Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

RAGAM · 30 Jul 2026 11:57 WIT

Percepat Transformasi Kawasan Transmigrasi di Papua, UNDIP Terjunkan 20 Tim Ekspedisi Patriot 2026


					Percepat transformasi kawasan transmigrasi di Papua, UNDIP terjunkan 20 Tim Ekspedisi Patriot 2026. (Foto dok: IST) Perbesar

Percepat transformasi kawasan transmigrasi di Papua, UNDIP terjunkan 20 Tim Ekspedisi Patriot 2026. (Foto dok: IST)

KABARPAPUA.CO, Jakarta – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (RI) siap melepas sebanyak 1.476 peserta Ekspedisi Patriot 2026 dari 10 perguruan tinggi mitra pada Kamis, 30 Juli 2026.

Sebanyak 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia akan menjadi lokasi pengabdian para patriot yang akan mendampingi masyarakat sekaligus mengimplementasikan hasil riset, guna mempercepat pembangunan kawasan.

Mengusung tema “Misi Besar, Kerja Nyata, Dampak untuk Indonesia”, Ekspedisi Patriot menjadi program unggulan Kementerian Transmigrasi RI yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat melalui riset, inovasi, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara menegaskan, arah pembangunan transmigrasi kini telah mengalami transformasi. Jika selama puluhan tahun transmigrasi lebih identik perpindahan penduduk.

“Tapi saat ini pemerintah berfokus membangun kawasan transmigrasi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan investasi, serta hilirisasi potensi unggulan di setiap daerah,” terangnya.

Menurut Iftitah, Ekspedisi Patriot 2026 merupakan kelanjutan dari riset yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Pada 2025, ribuan akademisi diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi, tantangan, dan kebutuhan pembangunan.

“Tahun ini (2026), program memasuki tahap implementasi melalui pendampingan masyarakat dan penerapan hasil riset, agar mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif sekaligus mendorong masuknya investasi dan mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi berkelanjutan,” jelasnya.

Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali dipercaya menjadi salah satu dari sepuluh perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi RI dalam pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026.

Tahun ini, UNDIP menerjunkan 24 tim, terdiri atas 20 tim ke Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, serta 4 tim ke empat kawasan transmigrasi berbeda di Provinsi Sumatera Selatan.

Penugasan itu, langkah berkelanjutan merealisasikan hasil riset komprehensif yang telah dilakukan tahun sebelumnya. Selama masa pengabdian, para patriot tak hanya melakukan pengumpulan data, tapi juga pendampingan intensif bersama masyarakat melalui implementasi inovasi berbasis riset, yang disesuaikan kebutuhan dan potensi masing-masing kawasan.

Di kawasan Transmigrasi Senggi, para patriot akan mengembangkan berbagai program strategis mencakup pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peternakan.

Juga hilirisasi hasil produksi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, manajemen agraria, mitigasi kebencanaan, penguatan layanan infrastruktur dasar, hingga kajian sosial budaya yang berkembang melalui interaksi masyarakat transmigran dengan masyarakat adat.

Melalui pendekatan multidisiplin tersebut, diharapkan berbagai rekomendasi dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kawasan secara berkelanjutan.

Sebelum diterjunkan ke lokasi penugasan, seluruh peserta mengikuti rangkaian pembekalan yang berlangsung di tiga lokasi. Pembekalan diawali kegiatan internal Universitas Diponegoro pada 21 Juli 2026, dilanjutkan pengayaan materi di Green Forest Bogor pada 25–27 Juli 2026, dan ditutup melalui Ministerial Lecture di Balai Kartini, Jakarta, pada 29–30 Juli 2026.

Selama pembekalan, para patriot memperoleh materi dari jajaran menteri, akademisi, praktisi, hingga wirausahawan mengenai pembangunan kawasan, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, dan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Seluruh peserta dijadwalkan berangkat menuju lokasi penugasan masing-masing pada 31 Juli 2026.

Dalam Ministerial Lecture, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, Tim Ekspedisi Patriot memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan data dan kondisi aktual kawasan transmigrasi.

“Tim Ekspedisi Patriot juga melaporkan kondisi aktual dari kawasan transmigrasi yang luput dari pengawasan pemerintah sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan kebijakan untuk pengembangan kawasan yang lebih baik,” ujar AHY. 

Salah satu peserta Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro yang bertugas di Kawasan Transmigrasi Senggi, Papua Rifat Farhan, menyampaikan, Ekspedisi Patriot menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar langsung bersama masyarakat.

“Ekspedisi Patriot merupakan ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis riset bagi kawasan transmigrasi. Kami hadir bukan hanya mengumpulkan data, tetapi juga mendampingi masyarakat, mengimplementasikan inovasi, dan memastikan setiap rekomendasi yang dihasilkan benar-benar berangkat dari kebutuhan di lapangan,” terangnya.

Harapannya, kata Rifat Farhan, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Senggi, memperkuat potensi lokal, dan turut mendukung terwujudnya kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tanah Papua.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, memperkuat kapasitas masyarakat, serta menghadirkan rekomendasi kebijakan yang berdampak bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

Dengan semangat “Misi Besar, Kerja Nyata, Dampak untuk Indonesia”, para patriot diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, berdaya saing, dan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Saat Tubuh Memberi Sinyal, Pentingnya Memahami Kesehatan Pria

30 July 2026 - 17:04 WIT

Momen Hari Anak Nasional, PLN IP UBP Holtekamp Wujudkan Imajinasi Lewat Warna

29 July 2026 - 17:31 WIT

Abdullah Nakhodai KKSS Kepulauan Yapen

27 July 2026 - 16:42 WIT

GKI Lilin Kecil Sambut Hangat 149 Peserta Tour Rohani

24 July 2026 - 21:53 WIT

Capacity Building bagi Wartawan, Perkuat Komunikasi Kebijakan dan Peran BI sebagai Bank Sentral

4 July 2026 - 08:05 WIT

Suasana Hangat Berkesan, Katering Kopi dari Coffee Corner Hadir Jadi Andalan di Berbagai Acara

1 July 2026 - 21:26 WIT

Trending di RAGAM