KABARPAPUA.CO, Nabire – Terkait kasus di Dogiyai, Kapolda Papua Tengah Brigjen Polisi Jeremias Rontini akan memproses pengungkapannya dilakukan secara bertahap, meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.
“Saya optimis dan akan menggerakkan anggota untuk ungkap kasus Dogiayai, walaupun membutuhkan proses,” kata Jeremias menambahkan saat ditemui wartawan di Nabire, Kamis, 2 April 2026.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Polisi Jeremias Rontini juga mengapresiasi pertemuan bersama para tokoh masyarakat Kabupaten Dogiyai, yang berlangsung di salah satu kafe di Nabire.
Jeremias menilai, pertemuan tersebut sebagai bentuk dukungan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di wilayah Kabupaten Dogiyai.
“Saya merasa senang, sabab ini langkah positif menjaga stabilitas keamanan daerah. Ini merupakan dukungan menciptakan kondisi Dogiyai yang aman dan tenang,” jelas Jeremias kepada awak media.
Dalam kesempatan itu, Jeremias juga menegaskan komitmennya untuk membentuk tim investigasi independen guna menjamin objektivitas dalam penanganan kasus yang terjadi.
Tim tersebut rencananya akan melibatkan berbagai pihak, antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Lembaga Bantuan Hukum (LBH), unsur gereja, serta pihak terkait lainnya.
Menurut Jeremias, langkah-langkah strategis akan segera disusun, termasuk pelaporan kepada Gubernur Papua Tengah dan koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk merumuskan solusi terbaik.
Jeremias juga memastikan, pendekatan transparansi akan menjadi prioritas, termasuk membuka ruang informasi dari masyarakat, guna mendukung proses investigasi yang objektif dan akuntabel. ***(Agies Pranoto)

















